Imbas Corona, Garuda Indonesia Pensiunkan 400 Pegawai Hingga Potong Gaji Direksi !

Usaha Dagang, Bisnis – Direktur utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan sudah ada 400 pegawai yang mengajukan pensiun dini. Mereka menerima tawaran pensiun dini dikarenakan kondisi keuangan perusahaan sudah tak lagi sehat akibat pandemi Covid-19.

Irfan menuturkan pegawai yang mengajukan pensiun dini berusia 45 tahun ke atas. Beberapa dari mereka ada yang memutuskan untuk beristirahat dan ada juga yang mulai bisnis baru.

Ia memastikan dalam kondisi saat ini, pilihan pemutusan hubungan kerja menjadi jalan terakhir yang dapat dilakukan Garuda Indonesia. “PHK ini merupakan opsi terakhir,” kata dia.

Selain melakukan pensiun dini, Garuda Indonesia telah melakukan pemotongan gaji kepada direksi dan juga para karyawan. Kemudian perusahaan menunda pemberian gaji hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

“Kita lakukan pemotongan gaji dan kita tunda, mulai dari level direksi. Saya juga sempat kaget karena masih ada BUMN yang tidak melakukan itu, tapi mungkin kondisi keuangannya masih bagus,”tutur Irfan.

Garuda Indonesia juga menawarkan secara sukarela bagi karyawan kontrak untuk dirumahkan. Lalu tidak melakukan perpanjangan kontrak. Ada juga yang bahkan mempercepat masa kontraknya.

Kondisi ini terjadi karena bisnis penerbangan penumpang turun hingga 90 persen. Sehingga untuk menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan hanyalah penumpang. Sebab suntikan dana dari Pemerintah hanya bersifat sementara.

“Yang bisa menyelamatkan Garuda Indonesia dari kebangkrutan hanyalah penumpang, dana pemerintah itu sementara. Jadi yang dapat memastikan Garuda Indonesia dapat recovery itu adalah penumpang,” tandasnya.