IHSG Berpotensi Untuk Bangkit Kembali di Topang Rilis Inflasi Hari Ini.

Usaha Dagang, Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi menguat di perdagangan ini. Diperkirakan untuk penguatan indeks saham ditopang dengan ekspektasi para pelaku pasar terhadap tingkat inflasi Indonesia yang rendah.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan bahwa pelaku pasar yang berekspektasi di tingkat inflasi berada dikisaran 1,9 persen sampai dengan 2,19 persen secara tahunan di Juni 2020. Dari global, sentimen datang dari penguatan yang ada di bursa saham Asia. Saham Nikkei 225 di Jepang menguat dengan 1,33 persen pada selasa (30/6).

Selanjutnya dengan CSI 300 1,33 persen, Shanghai Composite 0,78 persen. Hang Seng 0,52 persen dan TOPIX 0,62 persen. Sama dengan adanya penguatan di bursa saham Wall Street, sepetri Nasdaq Composite yang menguat di 1,87 persen, Dow Jones 0,85 persen, dan untuk S&P 500 di 1,54 persen.

Proyeksinya, ISG akan berada di rentang 4.879 sampai 5.ooo pada hari ini. IHSG akan kembali pada zona positif yang melanjutkan jangka menengah. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya juga memperkirakanya bahwa IHSG berasa di zona Positif pada hari ini. IHSG juga bergerak dikisaran 4.789 sampai 4.971. Lebih jelas di awali semester II 2020 pergerakan IHSG yang terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi yang wajar. Dengan tren positif yang masih bisa berlanjut, meski adanya sentimen aliran modal asing yang keluar atau Capital Outflow dari Indonesia yang masih menyelimuti pasar modal. Namun dengan kondisi ini justru bisa dimanfaatkan sebab sebagian investor untuk tetap melakukan pembelian saha, dengan targen yang begitu pendek dengan sesuai perkembangan perekonomian Tanah Air yang masih belum stabil.