Bukti Penerapan ‘Redenominasi’ Sudah Mulai Diberlakukan

Usaha Dagang, Keuangan – Penyederhanaan nilai mata uang atau yang dikenal dengan sebutan redenominasi saat ini kembali digulirkan. Rencana untuk mengurangi tiga digit angka nol pada setiap pecahan mata uang rupiah telah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Wacana tersebut diketahui bukanlah yang pertama kali karena sebelumnya telah disuarakan oleh pemerintah sejak tahun 2011. Dan redenominasi sampai saat ini belum juga berhasil diterapkan pada mata uang rupiah.

Namun sebenarnya tanpa disadari penerapan denominasi rupiah sudah mulai dilakukan terutama dalam mencantumkan harga produk seperti kafe-kafe di Indonesia dimana harga yang tercantum di daftar menu sudah menerapkan penghilangan 3 angka nol. Salah satu kafe yang dimaksud adalah Starbucks.

Diketahui cabang gerai Starbucks yang berada di Grand Indonesia sudah tidak menggunakan 3 digit angka nol lagi pada harga-harga yang tercantum di papan menu yang terpajang di belakang kasir. Contohnya salah satu harga minuman tercantum Rp 53 pada papan menu tersebut, namun pembeli tetap harus membayar dengan harga Rp 53.000.

Selain di Starbucks, penerapan tersebut juga diberlakukan di cabang gerai Kopi Kenangan di Grand Indonesia. Sama seperti di Starbucks, di gerai Kopi Kenangan juga telah menghilangkan 3 angka nol di setiap harga produk yang ditawarkan.

Penerapan redenominasi ternyata tidak hanya merambah toko-toko offline namun juga merambah di sejumlah toko online yang rata-rata membuka layanannya melalui media sosial. Harga yang tercantum pada setiap produk sudah menerapkan penghilangan 3 angka nol di belakang nominal harga namun disederhanakan dengan menggunakan huruf K atau singkatan dari kilo yang berarti ribu. Sebagai contoh untuk harga sepatu di salah satu toko online menjualnya dengan harga Rp 425.000 namun harga yang tercantum Rp 425k.