Starbucks Dkk Ikut Serta Boikot Iklan di Facebook

Usaha Dagang, Bisnis – Facebook, Twitter, dan Instagram tidak akan lagi menerima pemasangan iklan dari Unilever hingga akhir tahun ini. Dengan alasan yang kuat bahwa Unilever menilai maraknya pengguna yang mengunggah politik terpolarisasi, dan termasuk juga embel-embel kebencian.

Akibatnya pihak dari Facebook, Twitter, dan Instagram kehilangan lebih dari 8,3 persen. Maklum saja bahwa Unilever menggelontarkan US$42 juta untuk beriklan ke media sosial tersebut besutan Mark Zuckerberg. Dimana aksi Unilever diikuti oleh sejumlah pihak perusahaan yang bergadung memboikot iklan di Facebook. Berikut perusahaan yang ikut serta memboikot.

> Starbucks

Kedai kopi modern ini menyatakan akan menyetop sementara iklan di media sosial tersebut. Dimana Starbuks merupakan pengiklan terbesar ke 6, Starbuck jug telah menghabiskan sekitar US$94,8 juta untuk beriklan di Facebook.

> Coca Cola

Produsen dari minuman yang berkarbonasi Coca Cola yang akan memutuskan semua iklan di media sosial tersebut. Keputusan ini berlaku mulau Juli 2020 dan berlaku selama 30 hari kedepan.

> Levi Strauss

Produsen celana dan pakaian denim yang bermerek Levi’s dan Dockers juga menghentikan sementara semua iklan di media sosial tersebut. Sama halnya dengan yang lainya karena kegagalan Facebook untuk menyetop penyebaran informasi yang salah dan menyebabkan kebencian melalui platformnya.

> JanSport

Perusahaan yang memproduksi tas ransel ikonik yang bermerek Jansport, dimana perusahaan ini mengklaim tidak akan ikut beriklan dengan Facebook dan Istagram di bulan Juni lagi.

> Honda

Produsen mobil Honda divisi Amerika Serikat juga ikut gabung dengan kaporat lainya. Diberitakan American Honda akan menahan semua iklannya dari Facebook.

> The North Face

Produsen yang menaungi bidang pakaian dan alat aktivitas ruangan terbuka juga mengikuti yang lainya memboikot Facebook. Dalam akun Twitter resminya The North Face menyatakan bahwa ‘Kami Keluar Facebook dengan hastag #StopHateForProfit.’ Dimana pada tahun yang terakhir 31 Maret 2020, VF Corf menghabiskan dana sebesar US$756 juta untuk iklan, dan selebihnya mengalir ke media sosial di Facebook.