Saham Facebook dan Twitter Turun Saat Unilever Boikot Iklan

Usaha Dagang, Bisnis – Saham dua raksasa media sosial Facebook dan Twitter rontok yang menyebabkan lebih dari 7 persen pada akhir pekan lalu. Penurunan yang dipicu oleh adanya keputusan Unilever untuk membatasi sebagian jumlah iklan di kedua platform tersebut.

Bahkan Unilever menegaskan bahkan pihakanya tidak lagi memasang iklan di Facebook, Twitter, dan bahkan Instagram hingga akhir ditahun ini. Keputusan ini disebabkan oleh maraknya unggahan pengguna ketiga media sosial tersebut yang sering membahas kondisi politik yang terpolarisasi dan juga embel-embel kebencian. Luis selaku Wakil Presiden Eksekutif Media Global Unilever Media Global menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi dan bertinjak meninjau atas keputusan pembatsan iklan kedepanya.

Dimana Unilever menaungi merek produk harian dari pasta gigi, sampo yang banyak digunakan di masyarakat. Diamana hal tersebut memiliki anggaran iklan tahunan yang mencapai di US$8 juta. Komitmen Unilever yang memasang iklan di facebook terbilang sangat tinggi. Untuk perusahaan produk konsumen ini menandai peringkat periklanan ke 30 tertinggi di facebook di 2019. Dimana mengeluarkan uang hingga 42 juta ke platform besutan Mark Zuckerberg.

Saham fecebook terperosok hingga 8,3 persen menjadi US$216,08 per lembarnya, dan untuk saham Twitter anjlok 7,4 persen dan menjadi US$29,05. Keputusan Unilever dikhawatirkan dapat memberikan efek domino pada platform raksasa itu, bahkan untuk perusahaan rival Unilever seperti Procter dan Gamble juga akan menarik iklan platform tersebut yang dimana membiarkan konten ujaran kebencian dan konten yang diskrimanatif. Dalam beberapa perusahaan yang telah memboikot facebook juga akan menangguhkan iklan sampai Juli hingga bulan depan.