Perekrutan 1.490 Karyawan Baru oleh PNM di Tengah Hantaman Gelombang PHK

Usaha Dagang, Keuangan – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa kali menghantam perusahaan di Indonesia baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil akibat pandemi COVID-19. Beragam sektor sudah terkena dampaknya, diantaranya pabrik sepatu, kemudian perusahaan telekomunikasi, serta yang terakhir sebanyak 430 karyawan decacorn Gojek terkena PHK.

Selain perusahaan tersebut, gelombang PHK juga menghantam Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yang paling terkena imbasnya adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dimana sebanyak 135 pilot dari perusahaan tersebut telah dilakukan pemutusan atau percepatan masa kontrak.

Hal berbeda justru terjadi pada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Dimana perusahaan pelat merah tersebut menurut Direktur Utama PNM Arief Mulyadi malah justru akan merekrut ribuan karyawan di tengah pandemi COVID-19.

“Dengan segala keterbatasan yang terjadi di tengah pandemi COVID-19 ini, kalau banyak perusahaan mengurangi karyawan Alhamdulillah kami ada tambahan karyawan sebanyak 1.490 orang,” ujar Arief.

Target yang telah dicanangkan PNM dengan langkah perekrutan tersebut agar kinerja penambahan nasabah dapat ditingkatkan. Dan ditargetkan jumlah nasabah untuk tahun 2023 bisa mencapai 10 juta.

Karena itulah dengan target tersebut Arief menyebutkan PNM tidak akan merumahkan apalagi sampai melakukan PHK kepada karyawan.

“Total karyawan dari PNM sampai dengan hari ini ada 4.578 orang dan alhamdulillah tidak ada yang kami rumahkan tanpa bekerja selama masa pandemi. Proses rekrutmen dan pelatihan terjadi selama Januari sampai April sehingga tidak ada yang kami PHK,” tutup Arief.