Gara-gara Corona Lufthansa Rugi Rp33,4 Triliun

Usaha Dagang, Bisnis – Akibat pandemi corona maskapai asal Jerman Lufthansa membukukan adanya kerugian US$2,3 miliar atau setara dengan Rp33,4 triliun pada kuartil I di tahun 2020.

Lalu lintas udara di dunia kian macet sehingga mempengaruhi hasil kuartil. Dengan begitu memingat adanya pemulihan permintaan yang kian sangat lambat sehingga kami harus mengambil suatu langkah restrukturisasi yang begitu besar untuk mengatasi semua ini. Selain adanya penurunan jumlah penumpang secara drastis, banyak lagi penyusutan nilai yang berakibat pada kerugian bersih yang tentunya di alami Lufthansa.

Tidak sampai disitu, penurunan harga bahan bakar juga menyebabkan adanya penurunan bahan bakar yang menyebabkan kerugian hingga 950 juta euro atau senilai Rp 15,5 triliun. Nilai kontrak pembelian dengan adanya harga jauh lebih tinggi. Tercatat kerugian kuartil I dimana maskapai yang berdiri pada 6 Januari 1953 itu jauh lebih buruk di bandingkan tahun lalu dan kerugian tersebut ditafsir 342 juta euro atau Rp5,4 triliun di 2019.

Dewan Pengawas maskapai Lufthansa sudah menyetujui adanya dana talangan sebesar 9 miliar euro atau Rp146 triliun dari pemerintah Jerman. Dewan pengawas juga meminta adanya pemegang saham mendukung suatu perjanjian ini yang akan dilakukan secara virtual pada 25 Juni. Perjanjian tersebut terkait dana talangan yang akan membuat pemerintah menjadi pemilik saham terbesar di Lufthansa.