Di Tengah Pandemi Corona Ekspor Tepung Ubi Jalar Sumut ke Jepang Naik

Usaha Dagang, Bisnis – Melalui Balai Karantina Pertanian Belawan, Kementrian Pertanian mencatat adanya peningkatan ekspor tepung ubi jalar dari sumatera Utara ke Jepang saat terjadi pandemi corona.

Hasrul selaku kepala Badan Karantina Pertanian Belawan menyatakan bahwa sepanjang bulan Januari hingga awal Juni 2020, ekspor tepung ubi kian mengalami peningkatan. Diketahui ekspor ubi jalar ini ke Jepang dengan mencapai 442 ton atau senilai dengan Rp2,2 miliar. Sedangkan tahun lalu ekspor tepung ubi jalar 486 ton dengan harga Rp2,1 miliar.

Tepung ubi jalar ini menggunakan bahan dasar dengan kulit ubi jalar atau yang dikenal dengan sebutan limbah sebagai bahan baku utama tepung. Dimana di negara tujuan ekspor ini dijadikan sebagai bahan pakan alternatif dan diyakini memiliki kandungan dan nutrisi yang tentunya baik.

Kepala Badan karantina Pertanian Ali Jamil menyampaikan adanya Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, dimana digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadikan sebuah target dan program yang telah dilakukan penyesuaian. Alih negera tujuan dari ekspor adalah memperbanyak ragam komoditas dan juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha ataupun eksportir baru.