Beberapa Sektor Usaha yang Bisa Menikmati Insentif Pajak

Usaha Dagang, Keuangan – Para wajib pajak (WP) baik orang pribadi (OP) maupun badan akan diberikan bantuan insentif oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Menurut Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Ihsan Priyawibawa, dalam menjaga kelangsungan operasi di tengah pandemi COVID-19, sektor yang paling banyak menerima insentif pajak yaitu sektor usaha.

Sektor usaha yang akan menerima insentif pajak diantaranya sektor industri, perdagangan, jasa perusahaan, jasa lainnya beserta akomodasi serta yang terakhir sektor makanan/minuman.

Pemerintah memberikan bantuan insentif tersebut karena sudah menambah Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) dan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 44/PMK.03/2020.

Membahas mengenai insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah, diketahui ada lima insentif yang diberikan terkait dunia usaha. Insentif tersebut antara lain PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), berikutnya Pembebasan PPh Pasal 22 Impor, PPh Final UMKM DTP, angsuran PPh Pasal 25 dengan pengurangan sebesar 30%, dan yang terakhir pengembalian pendahuluan PPN sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) berisiko rendah dimana untuk penyampaian SPT Masa PPN lebih bayar restitusi maksimal Rp 5 miliar.

Dalam pengajuan permohonan untuk mendapat bantuan berupa insentif pajak, DJP mencatat ada 389.546 jumlah pemohon WP. Berdasar data yang diterima tersebut, sebanyak 105.759 WP menerima insentif PPh pasal 21, kemudian untuk PPh pasal 22 Impor sebanyak 8.994 WP, selanjutnya untuk PPh Final Ps 23 UKM sebanyak 197.735 WP dan yang terakhir sebanyak 48.330 WP akan menerima PPh pasal 25.

Ihsan menjelaskan untuk usulan dari WP yang tidak diterima dikarenakan bidang usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan KLU yang selama ini sudah ditetapkan. Atau dengan kata lain WP tersebut tidak memenuhi kriteria PMK 44 dan untuk SPT Tahunan 2018 belum disampaikan oleh WP tersebut sebagai basis dalam menentukan KLU.