Anjloknya Harga Cabai di Rembang Bikin Pusing Petani

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Harga cabai di pasaran diketahui mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini dikeluhkan oleh petani cabai di wilayah Kabupaten Rembang akibat merosotnya harga cabai terutama jenis cabai merah.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang petani cabai merah yang bernama Nur di Desa Karangasem Bulu, Rembang dimana harga cabai di tingkat petani berkisar Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per kilogram untuk saat ini. Padahal apabila dibandingkan dengan musim panen sebelumnya untuk per kilogramnya kata Nur bisa mencapai Rp 40 ribu.

“Di Pasaran untuk harga cabai sekarang sangat anjlok dibandingkan tahun lalu yang masih cukup bagus harganya. Waktu itu harganya masih bisa mencapai Rp 30 ribu namun sekarang dihargai Rp 4 ribu per kilonya,”sahut Nur.

Kondisi merosotnya harga cabai di pasaran juga dirasakan oleh warga desa Sulang Kecamatan Sulang yang bernama Ahmad. Karena hal tersebut di kalangan petani menyebabkan kerugian yang cukup besar.

“Untuk menutupi biaya produksi, membayar tenaga dari mulai proses penanaman hingga panen dengan hanya mengandalkan hasil penjualan panen tentunya tidak akan bisa. Yang ada petani malah akan merugi sehingga jadi malas untuk menanam cabai padahal sedang musimnya,” ujar Ahmad.

Saat ini tidak hanya jenis cabai merah yang mengalami pemerosotan harga yang sangat tajam, namun beberapa varian cabai lainnya juga mengalami kondisi yang sama. Beberapa varian jenis cabai yang dimaksud selain cabai merah yaitu cabai rawit dan cabai keriting. Penyebabnya menurut Ahmad tidak diketahui sehingga membuat petani hampir putus asa.

Keluhan dari para petani cabai telah didengar oleh Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto dan saat ini telah menjadi sorotan pihak Pemerintah Kabupaten Rembang.

“Sekarang ini yang menyebabkan harga cabai merosot karena faktor musim panen yang bersamaan sehingga dalam mencari solusinya akan menjadi PR bagi Pemda serta Dinas terkait. Dimana nantinya ASN yang berada di lingkungan Pemkab Rembang akan kita dorong agar membeli hasil panen petani. Karena untuk situasi saat ini, kita harus mau saling bantu,” ujarnya ketika sedang meninjau kondisi pertanian cabai di Desa Karangasem Kecamatan Bulu, Selasa (9/6/2020).