Thai Airways Terancam Bangkrut, Sehingga PM Thailand Ikut Turun Tangan

Usaha Bisnis, Dunia – Maskapai penerbangan Thai Airways akan melakukan suatu upaya untuk penyelamatan BUMN Thailand, dimana akan restrukrisasi dengan bantuan pemerintah terhadap adanya ancaman bangkrut dari pandemi virus corona.

Thai Airways mengumumkan bahwa pemerintah telah menyetujui suatu proposal terkait restrukurisasi yang akan di awasi pengadilan kepailitan pusat Thailand. Langkah ini di ambil untuk mencegah pembubaranya perusahaan atau di nyatakan bangkrut. Dimana kementrian keuangan Thailand dan bank yang dimiliki negara tercatat memiliki suatu saham dalam perusahaan penerbangan ini.

Perdana Menteri Thailand yakni Prayut Chan-o-cha menyatakan penimbangan beberapa opsi untuk maskapai Thai Airways ini yang terdampak virus corona dan melakukannya likuidasi. Namun nyatanya pilihan tersebut tidak jadi di ambil karena karyawan lebih dari 20 ribu itu akan kehilangan pekerjaanya. Pernyataan yang sebenarnya yaitu Thai Airways telah terganggu sebelum adanya pandemi virus corona, sehingga masakapai pelat merah ini telah mengalami kesulitan ekonomi global yang kian melambat, dan juga adanya persaingan maskapai penerbangan yang bertarif rendah.

Thai Airways menjadi salah satu maskapai besar selanjutnya yang akan terguncang akibat pandemi Covid-19. Dimana pada sebelumnya maskapai penerbangan Kolombia Avianca dan Virgin Australia mengajuakan kebangkrutan dan selanjutnya penerbangan asal Inggris Flybe mengajukan kebangkrutan dan gulung tikar pada bulan Maret.