Suku Bunga Acuan Tertahan di Level 4,50% Berdasar Hasil Rapat Dewan Gubernur BI

Usaha Dagang, Keuangan – Pada tanggal 18-19 Mei 2020 kemarin berdasar hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) telah diputuskan beberapa poin. Poin-poin yang dimaksudkan diantaranya tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%, kemudian suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, serta poin yang terakhir suku bunga Lending Facility sebesar 5,25%.

Keputusan tersebut menurut Perry Warjiyo selaku Gubernur BI telah melalui hasil pertimbangan dengan menyesuaikan kondisi ekonomi global dan domestik. Yaitu dengan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah adanya ketidakpastian pasar keuangan global saat ini dimana saat ini telah terjadi penurunan suku bunga ditambah tekanan inflasi yang rendah. Untuk itu diperlukan adanya dorongan agar ekonomi di tahun 2020 ini bisa bertumbuh.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan pada triwulan I tahun 2020 karena dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Tercatat pertumbuhan ekonomi di triwulan I tersebut hanya sebesar 2,97% (yoy) bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,97% (yoy).

Menurunnya pertumbuhan ekonomi tersebut dikarenakan melambatnya ekspor jasa seperti pariwisata, konsumsi non-makanan dan juga investasi. Yang paling terkena dampaknya yaitu di sektor perdagangan, hotel dan restoran, industri, konstruksi, dan terakhir sub-sektor transportasi.

Pada tahun 2021, BI memprediksikan pertumbuhan ekonomi akan kembali mengalami peningkatan didorong membaiknya ekonomi dunia serta kebijakan stimulus yang ditempuh pemerintah berdampak positif.

Dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Indonesia, BI akan bersinergi dengan Pemerintah serta otoritas terkait diantaranya dengan memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk memitigasi risiko akibat penyebaran COVID-19. Selain itu juga menjaga stabilitas pasar uang beserta sistem keuangan.

Perry mengatakan untuk ke depannya BI akan terus memperhatikan dinamika perekonomian serta pasar keuangan global dan juga dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditimbulkan akibat penyebaran COVID-19. Serta akan menentukan langkah kebijakan apa yang akan diambil demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dalam memulihkan laju perekonomian Indonesia.