Skenario Ekonomi Indonesia Oleh Sri Mulyani Hingga Akhir 2020

Usaha Dagang, Keuangan – Pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97%. Melihat pencapaian tersebut membuat pemerintah memprediksikan ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 ke dalam 2 skenario.

Skenario yang dimaksud berdasar pengamatan Menteri Keuangan Sri Mulyani yaitu untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,3% dan untuk skenario terburuknya mengalami kontraksi atau -0,5%.

Dengan melihat skenario tersebut dan ternyata yang terjadi di Indonesia adalah skenario terburuk, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kemungkinan minus.

Seperti yang diterangkan oleh Yusuf Rendy Manilet selaku Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) bahwa ekonomi akan terus bertumbuh sejalan dengan roda ekonomi yang bergerak. Dan apabila suatu negara pertumbuhan ekonominya mengalami minus, maka kemungkinan kegiatan ekonomi pada tahun tersebut untuk pertumbuhannya lebih kecil dari tahun sebelumnya.

“Selama 1 tahun penuh di tahun 2020 untuk Jumlah total output dari suatu kegiatan ekonomi di Indonesia apabila diprediksi lebih kecil dari tahun 2019, maka pertumbuhan ekonominya dianggap minus,” ujar Yusuf, Minggu (10/5/2020).

Dengan demikian, tentunya akan sangat berdampak pada turunnya aktivitas ekonomi apabila terjadi pengurangan untuk output ekonominya. Sehingga membuat semakin sedikitnya hal yang bisa dikerjakan dalam dunia ekonomi.

Hal tersebut berdampak pada tidak bisanya perusahaan dalam menjalankan usahanya seperti biasanya dikarenakan kegiatan ekonomi yang semakin sempit. Dan akhirnya membuat perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian. Dalam hal ini perusahaan akhirnya melakukan PHK dan apabila badai PHK datang maka berimbas semakin tingginya angka kemiskinan di Indonesia.