Risiko yang Bakal Ditanggung Bank Akibat Corona Berkepanjangan

Usaha Dagang, Keuangan – Sejumlah risiko diproyeksikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menghantam industri perbankan apabila pandemi COVID-19 terus menerus terjadi. Dan setidaknya ada tiga risiko yang akan dihadapi perbankan.

Heru Kristiyana yang merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengemukakan risiko pertama yang akan dihadapi yaitu risiko kredit. Yang akan terkena dampaknya adalah UMKM dimana karena sektor riil sehingga mereka akan kesulitan membayar kewajibannya kepada pihak perbankan.

Karena kondisi tersebut sehingga bisa membuat rasio kredit menjadi bermasalah (non performing Loan/NPL) dan menjadi meningkat. Meskipun demikian Heru berkata tidak perlu merasa khawatir, karena menurutnya perbankan pastinya akan berpikir bagaimana memitigasinya apabila benar-benar terjadi.

Risiko yang kedua yaitu pangsa pasar, dimana menurutnya akan terjadi perubahan aset lembaga jasa keuangan. Hal tersebut terjadi karena yield instrumen dan melemahnya nilai tukar.

Dan risiko yang terakhir yaitu risiko likuiditas. Apabila virus Corona terus menerus terjadi dan membuat nasabahnya tidak membayar, pastinya akan membuat pihak bank menjadi cash-flow, dan yang terjadi kemudian bagaimana pihak perbankan memenuhi likuiditasnya?

Menurut Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Sunarso, industri jasa keuangan saat ini sudah mulai masuk ke pangkal krisis dikarenakan virus Corona yang terus menerus merebak. Impactnya menurut Sunarso terjadi di bulan Maret karena di bulan tersebut baru kena di pangkal krisis. Sedangkan Januari hingga Februari masih dalam keadaan normal. Namun meskipun demikian masih dibilang stabil, tapi tidak bisa dipastikan bagaimana nantinya ke depannya. Yang terpenting adalah bagaimana pihak perbankan bisa mengendalikan risiko yang terjadi dan bisa mengelolanya dengan baik.