Rencana Perombakan Gedung Sarinah Menjadi Markas Startup dan Terhubung MRT

Usaha Dagang, Bisnis – Gedung Sarinah yang merupakan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia dan terletak di jalan Thamrin Jakarta Pusat direncanakan akan mengalami perombakan besar-besaran. Konsep yang akan diusung nantinya akan lebih berpihak pada merek dan juga produk usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri.

Seperti yang diungkapkan oleh Erick Tohir selaku Menteri BUMN bahwa Sarinah akan menjadi tempat kesepakatan dagang atau trading area, pelatihan dan terakhir akan dikembangkan sebagai markas bagi perusahaan rintisan (startup).

Supaya perencanaan tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana, maka akan melibatkan pihak profesional guna melakukan kurasi produk-produk UKM yang kemudian akan dijual di Sarinah. Sebab untuk saat ini diketahui pemerintah kesulitan dalam mengarahkan para tamu negara ataupun turis asing yang hendak berbelanja.

Karena kebanyakan dari setiap turis yang mengunjungi Indonesia pasti akan menanyakan di mana mereka bisa menemukan lokasi yang menjadi pusat perbelanjaan yang menjual produk-produk lokal Indonesia. Sehingga nantinya Sarinah akan dijadikan pusat etalase all Indonesian product.

Sehingga dengan adanya perubahan konsep bisnis tersebut diharapkan akan menjadikan Sarinah bisa bersaing dengan Grand Indonesia, Plaza Indonesia dan Thamrin City dimana lokasinya saling berdekatan.

Selain itu, Sarinah direncanakan juga akan terhubung dengan moda raya terpadu (MRT). Dan menurut Erick bakal ada stasiun khusus nantinya saat dikonfirmasi.

Untuk perombakan atau renovasi direncanakan akan dimulai pelaksanaannya seusai lebaran nanti. Dan diketahui biaya yang akan dikeluarkan untuk renovasi tersebut sebesar Rp 700 miliar dan bakal rampung pada November 2021.