Prediksi Kekalahan Trump Dalam Pilpres, Ekonomi AS Menjadi Goyah

Usaha Dagang, Dunia – Pada November 2020 mendatang akan berlangsung pemilihan presiden (Pilpres) dan Donald Trump yang merupakan Presiden Amerika Serikat (AS) saat ini diprediksi akan mengalami kekalahan telak. Apalagi saat ini ekonomi AS tengah diterpa COVID-19.

Hal tersebut berdampak pada semakin melonjaknya tingkat pengangguran yang semakin parah serta pengeluaran konsumen menghilang dan ditambah lagi Produk Domestik Bruto (PDB) semakin runtuh. Dengan adanya tren ekonomi yang buruk maka akan menjadi malapetaka bagi presiden yang sekarang apabila nanti kembali terpilih.

Resesi yang disebabkan Corona yang berkepanjangan menurut Oxford Economics akan membuat penderitaan bagi seorang Trump dan akan menjadikannya mengalami kekalahan menyakitkan sepanjang sejarah di bulan November mendatang. Dan untuk model pemilihan nasional dari pihak Oxford mengklaim sudah merilisnya.

Penilaian yang digunakan model pemilihan nasional tersebut berdasar pada banyaknya pengangguran, banyaknya pendapatan yang terbuang, serta yang terakhir inflasi yang digunakan untuk meramal hasil akhir dari pemilihan umum yang akan diselenggarakan November nanti.

Dari penilaian tersebut diperkirakan suara yang akan diraih Trump hanya berkisar 35% suara. Namun perkiraan tersebut berbanding terbalik dengan prediksi menggunakan model pra-krisis dimana hasil yang didapat memenangkan Trump dengan perolehan suara sebanyak 55%.

Sebelumnya diketahui dengan menggunakan model tersebut telah memprediksi hasil pemilihan umum dengan tepat semenjak tahun 1948 (kecuali tahun 1968 dan 1976).

Pengasumsian yang diambil apabila menggunakan model pemilihan nasional untuk ekonomi masih dikategorikan daam kondisi buruk. Dimana tingkat pengangguran masih di atas 13%, kemudian pendapatan per kapita riil mengalami penurunan hampir mencapai 6% dibandingkan dengan tahun lalu dan yang terakhir yaitu mengalami deflasi.