Pemerintah Gelontorkan Dana Rp121,74 Triliun Untuk 12 BUMN

Usaha Dagang, Bisnis – Pemerintah akan memberikan dana tambahan yang senilai Rp.121,73 triliun untuk ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dimana anggaran tersebut di luar bantuan kepada BUMN sebesar Rp27,56 triliun yang tercantum dalam APBN 2020.

Menteri Keuangan yakni Sri Mulyani mengatakan ada 12 BUMN yang tentunya di prioritaskan mendapat dukungan berupa pemberian dana talangan yaitu untuk modal kerja, kompensasi, dan penanaman modal negara. 12 BUMN tersebut di dasarkan pada lima pertimbangan yaitu peran sovereign yang di jalankan, hajat hidup masyarakat, eksposur terhadap sistem keuangan, porsi kepemilikan saham pemerintah bahkan total aset yang di miliki.

Sri Mulyani menyampaikan adanya PLN akan mendapatkan dana kompensasi dana tarik listrik dimana semuanya tak mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir ini, yakni sebesar Rp48,8 triliun.

Perusahan strum pelat merah juga akan mendapatkan berupa PMN sebesar Rp5 triliun yang dimana sudah tercantum dalam Perpres 54 tahun 2020 ini.

Untuk selanjutnya pemerintah juga akan memberikan adanya bantuan kepada PT Hutama Karya berupa penambahan PMN yang sebesar Rp7,5 triliun dari sebelumnya hanya ada mendapat Rp3,5 triliun dan pada akhirnya totalnya sebesar Rp11 triliun.

Tidak hanya itu Perum Bulog pun melakukan penugasan berupa operasi logistik yang akan mendapatkan dana tambahan sebesar Rp10,5 triliun.

Tidak hanya untuk PT Garuda Indonesia (Persero) yang mendapatkan dana talangan sebesar Rp8,5 triliun. Dimana Sri Mulyani mengatakan bahwa pemberian dana ini dilakukan oleh adanya tat kelola dam akuntabilitas dan transparansi tinggi.

Ada pula dengan PT Kereta Api Indonesia yang akan mendapatkan dan talangan untuk modal kerja yaitu Rp3,5 triliun dan PT Perkebunan Nusantara yang mendapatkan dana talangan modal kerja dengan senilai Rp4 triliun.

Kemudian ada PT Bahana yang merupakan parent company Jamkrindo dan Askrindo yang akan mendapatkan PMN tambahan yang senilai Rp6 triliun untuk program jaminan UMKN dimana dijalankan oleh Askrindo dan Jamkrindo.

PT Permodolan Nasional Madani (PNM) yang akan mendapatkan lagi dana tambahan penyertaan modal negara dari Rp1 triliun, menjadi Rp2,5 triliun. Tambahan tersebut ditunjukan untuk memperlancar penyaluran kredit usaha kecil yang dalam program mekar.

Tidak hanya itu pemerintah juga memberikan talangan modal kerja yang di bagi pada PT Krakatau Steel sebesar Rp3 triliun dan talangan tersebut modal kerja sebesar Rp650 miliar kepada Perumnas.

Dan terakhir PT Pertama (Persero) yang akan mendapatkan dan kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga BBM yakni sebesar Rp45 triliun sesuai dengan hasil audit BPK. dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang akan mendaptkan PMN Rp500 miliar