Pelemahan Ekonomi RI Diramalkan BI Berlanjut Sampai Kuartal III

Usaha Dagang, Keuangan – Pertumbuhan ekonomi nasional diramalkan akan lebih rendah dari yang diperkirakan akibat adanya tekanan ekonomi dikarenakan pandemi COVID-19 yang masih mewabah. Dan tekanan tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga kuartal III-2020.

Penyebaran pandemi Corona di Indonesia terbilang cukup tinggi pada periode laporan berdasar Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2020 yang telah dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Dan tercatat jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 18.010 jiwa per tanggal 18 Mei 2020.

Diperkirakan penambahan tersebut akan terus bertambah terutama untuk kasus baru positif COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh Indonesia dimana angka tertinggi berada di wilayah Jawa. Dan untuk kawasan Asia Tenggara, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi.

Dalam hal ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah di dalam mencegah penyebaran virus semakin meluas. Yaitu dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dengan adanya upaya-upaya penanggulangan serta pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 membuat kinerja perekonomian domestik mengalami penurunan. Apalagi ditambah adanya kontraksi ekonomi global.

Akibat menurunnya kinerja ekspor jasa membuat pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 menjadi sangat lambat. Hal tersebut dikarenakan adanya pembatasan ruang gerak (mobilitas) masyarakat akibat adanya penerapan kebijakan dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 sehingga aktivitas ekonomi menjadi menurun.

Berdasar pantauan BI diperkirakan pelemahan ekonomi domestik akibat pengaruh penyebaran COVID-19 dapat berlanjut hingga triwulan III-2020.

Dengan adanya penopang dari inflasi yang diperkirakan tetap dalam kisaran sebesar 3% plus minus 1% dan dengan stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga maka diharapkan stabilitas ekonomi akan tetap terkendali. Penyebab kinerja pasar keuangan mengalami penurunan serta pembalikan arus modal asing disebabkan adanya kepanikan di pasar keuangan global yang sempat meningkat tinggi pada Maret 2020 kemarin.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 ini akan mengalami penurunan bila dilihat dari dinamika tersebut dan diharapkan akan kembali normal pada tahun 2021 didorong adanya perbaikan ekonomi dunia serta dampak positif adanya stimulus kebijakan.