Menguatnya Rupiah Seiring Rencana Pencabutan Lockdown Sejumlah Negara

Usaha Dagang, Keuangan – Pada penutupan perdagangan Senin (11/5) sore diketahui nilai kurs rupiah terhadap dolar menguat 25 poin sehingga untuk per dolar nya menjadi Rp 14.895. Padahal sebelumnya nilai tukar rupiah masih di posisi Rp 14.920 per dolar AS.

Menurut pengamatan Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikarenakan adanya rencana pencabutan wilayah (lockdown) oleh sejumlah negara seiring semakin melandainya kasus positif COVID-19. Sehingga dengan demikian membuat pasar merespons positif.

Seperti yang dilakukan oleh negara Perancis dimana pertokoan dan salon yang berada di negara tersebut mulai dibuka satu persatu. Melihat hal tersebut membuat negara lain ikut berencana untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh negara yang dikenal dengan negara mode tersebut. Negara-negara tersebut diantaranya Denmark, Norwegia, Spanyol, Italia dan terakhir Jerman.

Negara yang paling terpukul akibat pandemi COVID-19 yang mengakibatkan kematian penduduk dengan jumlah yang besar di Eropa yaitu Inggris pun ikut merencanakan dalam hal mengurangi kebijakan pembatasan sosial yang berlaku di negaranya.

Pembukaan awal nilai tukar Rupiah pada Senin pagi diketahui mengalami pelemahan di posisi Rp 14.935 untuk per dolarnya. Dan diketahui pergerakan nilai tukar Rupiah bergerak di kisaran angka Rp 14.892 hingga Rp 14.943 per dolarnya sepanjang hari.

Bila dibandingkan dengan kurs tengah Bank Indonesia, Rupiah yang pada hari sebelumnya bergerak di posisi Rp 15.009, pada hari Senin mengalami penguatan menjadi Rp 14.936 untuk per dolarnya.