Kondisi Terberat Perekonomian Indonesia Saat Ini

Usaha Dagang, Keuangan – Ekonomi Indonesia berdasarkan penilaian Rosan Roeslani selaku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia saat ini mulai memasuki masa yang sangat berat. Dikatakan demikian karena semakin bertambahnya jumlah tenaga kerja yang dirumahkan dan yang sudah di-PHK telah mencapai angka lebih dari 6 juta. Supaya tekanan ekonomi dirasa tidak semakin berat maka menurut Kadin perlu dicari solusi serta strategi yang tepat.

Rosan pun berujar ekonomi Indonesia kalau dari Kemenkeu sudah terasa sangat berat apabila yang dirumahkan sudah mencapai 5,2 juta orang lebih. Apalagi pertumbuhan ekonomi saat ini minus 0,4%. Apabila dilihat pada kuartal pertama tahun 2020 tercatat untuk pertumbuhan ekonomi mencapai 2,97%. Dan sebelumnya proyeksi ekonomi yang dirilis pemerintah di kisaran level 4,5% – 4,7%. Melihat pencapaian tersebut sungguh sangat jauh berbeda.

Pada kuartal II 2020 nanti menurut Rosan proyeksi ekonomi akan terasa lebih berat apabila dibandingkan dengan kuartal I 2020. Karena diprediksi ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 3-5%.

Dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi dengan konsumsi domestik dengan pencapaian sekitar 57%, untuk investasi sekitar 32%, kemudian belanja negara mencapai 7-8% dan sisanya berupa ekspor impor, sehingga dengan demikian pada kuartal II ini mencapai minus 3-5%.

Padahal dampak dari konsumsi masyarakat yang mengakibatkan menurunnya perekonomian disebabkan karena terganggunya konsumsi ekonomi dan terjadi di 2 minggu terakhir pada bulan Maret.

Untuk itulah saat ini ekonomi Indonesia berada dalam periode ketidakpastian dan kapan berakhirnya tidak bisa diprediksi. Apalagi menurut WHO sampai saat ini vaksin belum juga ditemukan sehingga harus hidup berdampingan dengan virus sampai ditemukannya vaksin tersebut.