Jelang Lebaran Stok Gula di Luar Jabodetabek Kosong

Usaha Dagang, Bisnis – (Aprindo) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia mengungkapkan bahwa banyaknya daerah yang diluar Jabodetabek yang tidak kebagian stok gula pasir menjelang Lebaran.

Ketua umum Aprindo Roy N Mandey menyatakan stok gula pasir di pihaknya sangat terbatas sehingga membuat beberapa daerah khususnya di bagian timur seperti Ambon, Papua dan manado mengalami kekosongan stok gula pasir. Kelangkaan stok gula pasir ini disebabkan oleh kendala distribusi yang berawal dari keterlambatan penerbitan surat persetujuan impor. Untuk mengatasinya Kementrian Perdagangan atau Kemendag menugaskan Aprindo untuk melakukan distribusi gula konsumsi sebesar 160 ribu ton kepada masyarakat pada bulan April.

Namun ada usut gelontoran gula pasir untuk Aprindo kian menciut hanya tersisa 30 ribu ton seperti yang tertuang dalam MoU antara Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan Aprindo. Setelah mendapat adanya informasi bahwa minggu ketiga dan ke empat Mei gula impor dari India akan tiba di Indonesia. Namun Aprindo memutuskan hanya mengambil 30 ribu ton gula untuk penjualan secukupnya. Menurutnya, ia tidak mau menyimpan gula yang tengah banyak di cari mengingat dari kemampuan distribusi Aprindo terbikang kecil jika di bandingkan dengan pedangan di pasar tradisional.

Roy bilang, bahwa anggota Aprindo hanya memiliki 50 toko dan tak sebanding dengan 3,5 juta pasar yang ada di Indonesia. Ia pun tidak tahu kemana sisa stok yang sebesar 62.700 ton yang tak jadi di gelontarkan pada Aprindo tersebut.