Pulihnya perekonomian Tiongkok Pasca Pandemi COVID-19

Usaha Dagang, Dunia – Tiongkok telah berhasil meredam mewabahnya virus Corona di negaranya tersebut. Guna memulihkan perekonomian di sana, menurut Duta Besar untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun bahwa pemerintah Tiongkok memberikan stimulus ekonomi dan sejak Februari lalu mengeluarkan instruksi kepada semua industri agar bisa kembali berproduksi terutama UKM karena sekarang ini banyak permintaan di alat kesehatan

Pemerintah Tiongkok menurut penuturan Djauhari memberikan bantuan untuk sektor UKM, industri, serta para pengusaha. Untuk UKM dan industri misalnya, dana bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah sebesar US$ 8 miliar. Sedangkan untuk para pengusaha, pemerintah memberikan stimulus fiskal sebesar US$ 10 miliar.

Mengenai cadangan devisa yang dimiliki Tiongkok, Djauhari mengatakan bahwa selama penanganan COVID-19, dana yang dipakai di atas U$ 100 miliar sedangkan sebelum ada COVID-19, dana yang dimiliki hanya berkisar US$ 3 miliar

Selanjutnya,untuk sektor keuangan pun mendapatkan bantuan dari pemerintah Tiongkok sebesar US$ 141 miliar dan suku bunga dipangkas oleh perbankan. Bagi masyarakat, pemerintah juga memberikan bantuan berupa pemberian kupon belanja senilai US$ 5 juta.

Berdasarkan data terkini mengenai negara terdampak penyebaran virus corona, total masyarakat Tiongkok yang terinfeksi telah mencapai 84.341 kasus dimana sejumlah 78.558 orang dinyatakan sembuh dan yang meninggal dunia sekitar 4.643 orang. Di kota Wuhan sendiri sudah zero kasus dan kasus yang masih bertambah itu kata Djauhari di provinsi yang berbatasan langsung dengan kota Xianjing.

Dikarenakan mulai tanggal 1 Mei di Tiongkok akan ada May Day sehingga lanjut Djauhari, tempat-tempat wisata di Tiongkok akan mulai beroperasi kembali. Seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Hubei, dimana telah mengoperasikan kembali 266 tempat wisata utama di provinsi tersebut dan dua belas di antaranya merupakan tempat wisata paling popular yang ada di Wuhan.

Namun meskipun tempat wisata tersebut telah dibuka kembali, tetap akan diberlakukan pedoman pembatasan pengunjung sebanyak 30% dari total kapasitas harian. Dan untuk pemesanan tiketnya sendiri hanya tersedia secara online melalui website resmi tempat wisata tersebut.