Penyesuaian Tarif Pajak PPh Badan Sebesar 22%

Usaha Dagang, Keuangan – Penghitungan dan setoran angsuran pajak penghasilan badan atau PPh pasal 25 tahun 2020 menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan dikenakan tarif sebesar 22%. Penyesuaian tarif tersebut dipastikan sesuai dengan Perpu Nomor 1 Tahun 2020.

Pada Perpu tersebut terutama dalam pasal 5 ayat 1 dijelaskan mengenai penyesuaian tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dimana yang sebelumnya 25% akan berubah menjadi 22% dan berlaku untuk masa tahun pajak 2020 dan 2021. Sedangkan untuk masa tahun pajak 2022 akan ditetapkan tarif sebesar 20%.

Dengan adanya penurunan tarif tersebut maka untuk penghitungan dan setoran angsuran PPh Pasal 25 (Badan) dapat menggunakan tarif sebesar 22% untuk tahun 2020 terhitung dari masa pajak SPT Tahunan 2019 disampaikan dan masa pajak setelahnya.

Kemudian berdasarkan pasal 17 ayat (1) huruf b Undang-Undang mengenai PPh dijelaskan bahwa untuk tahun 2019 akan tetap diberlakukan penghitungan dan setoran angsuran PPh Pasal 25 (pajak penghasilan badan) sebesar 25%. Sehingga dengan demikian penghitungan dan setoran PPh kurang bayar yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 (PPh Pasal 29) tetap menggunakan tarif lama sebesar 25%.

Oleh karena itu, bagi wajib pajak (WP) yang belum menyampaikan SPT Tahunan 2019 hingga akhir Maret 2020 maka untuk penghitungan dan juga setoran angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Maret 2020 akan berlaku sama dengan angsuran pada masa pajak sebelumnya.

Dan untuk angsuran PPh Pasal 25 masa pajak April 2020 akan diberlakukan tarif baru 22%. Perhitungannya sendiri berdasarkan laba fiskal yang nantinya akan dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 dengan batas penyetoran paling lambat tanggal 15 Mei 2020.