Merosotnya Penjualan Daging Ayam Namun Pasokan Melimpah

Usaha Dagang, Bisnis – Harga ayam jenis broiler dan juga pejantan di pasaran untuk saat ini sedang tidak menentu. Seperti yang terjadi di daerah Pangandaran dan juga di Jawa Barat. Namun di beberapa pasar ada yang masih menjualnya dengan harga tetap per kilogramnya yaitu sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu.

Kalangan para peternak sendiri bahkan menjualnya dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran. Dimana untuk satu ekor ayam yang masih hidup dihargai Rp 5 ribu per 8 ons, sedangkan ayam yang sudah disembelih untuk per kilogramnya dihargai Rp 15 ribu.

Kondisi tersebut menurut Herry Dermawan yang merupakan ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) dikarenakan akibat semakin merosotnya penjualan untuk tingkat pedagang daging ayam sedangkan pasokan melimpah.

Peternakan ayam pedaging di seluruh Indonesia pada kondisi normal bisa menghasilkan 80 juta ekor per minggu sedangkan kebutuhan pasar berada di kisaran 60 juta ekor per minggunya. Herry berujar dengan melihat hasil tersebut tentu merupakan surplus atau over produksi ayam yang lumayan besar. Dan untuk mengatasi surplus tersebut yaitu dengan keberadaan perusahaan besar yang mempunyai cold storage sehingga daging ayam tersebut bisa dibekukan untuk kemudian dijadikan stok atau persediaan.

Namun dengan adanya fenomena pandemi Corona yang terjadi saat ini memicu kondisi over produksi sehingga menyebabkan cold storage penuh dan kelebihan daya tampung. Apalagi saat ini pasar sepi sehingga membuat peternak kesulitan untuk menjual sehingga mendorong mereka menjual murah langsung ke masyarakat.

Herry mengatakan alasan mengenai pedagang daging ayam yang tetap menjual dengan harga yang tinggi karena omzet mereka sudah jatuh dan butuh keuntungan atau selisih yang lebih besar sebagai kompensasi akibat menurunnya omzet mereka.

Dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, Herry menghimbau perlu mewaspadai bahaya yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Karena fenomena pandemi Corona sudah berlangsung selama dua pekan dan kalau sampai berlangsung hingga 2 bulan ke depan maka dipastikan untuk bulan ketiga akan terjadi kelangkaan persediaan ayam dan berujung harga yang semakin meroket.

Karena dalam beberapa pekan belakangan telah terjadi ketidakseimbangan antara pasokan ayam dari peternak dan permintaan pasar sehingga memicu para peternak ayam baik ayam broiler maupun ayam pejantan melakukan panic selling. Mereka menjual ternak mereka dengan harga murah serta melakukan pemberhentian seluruh aktifitas peternakan dengan maksud agar terhindar dari kerugian.

Menurut Herry untuk saat ini pemerintah bisa melakukan intervensi dengan melakukan pembelian stok daging ayam yang tersedia sebagai bagian dari program pemerintah dalam memberi bantuan pangan bagi warga terdampak pandemi Corona. Bantuan pangan tersebut disarankan tidak seragam dengan melakukan penyesuaian terhadap potensi lokal. Untuk itulah perlu langkah-langkah strategis supaya kegiatan perekonomian tetap berjalan di tengah terjadinya pandemi Corona sehingga tidak ada yang kehilangan sumber penghasilan nantinya.