Akibat COVID-19, Garuda Indonesia Potong Gaji Pegawai 50 Persen

Usaha Bisnis, Dunia – Akibat adanya Virus Corona yang sedang menggemparkan Indonesia, banyak sekali karyawan atau pegawai di PHK. Bahkan ada juga potong gaji pegawai salah satunya Garuda Indonesia potong gaji pegawainya hingga 50 persen.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), melakukan pemotongan gaji karyawannya yakni dari level direksi, komisaris, bahkan staf. Kebijakan ini di ambil oleh adanya virus corona yang mengakibatkan kinerja keuangan Garuda Indonesia terganggu akibat adanya virus corona dan sebagian banyak penerbangan di batalkan. keputusan pemotongan gaji ini tertuang di surat edaran nomor JKT/SE/70010/2020 tentang ketentuan pembayaran Take Home Pay yang terkait dengan Kondisi Pandemi COVID-19.

Pemotongan gaji dilakukan mulai bulan April hingga bulan Juni 2020. Adapun tujuannya ialah agar Garuda Indonesia tetap beroperasi sehingga kebutuhan pelanggan dan pegawai Garuda Indonesia tepenuhi dengan baik. Untuk besaran pemotongan gaji bisa di liput untuk Direksi dan Komisaris 50%, Vice President, Captain, First Office, serta Flight Service manager 30%, Senior Manager 25%, Expert dan Manager, Flight Attendant 20%, Duty Manager dan Supervisor 15%, sedangkan untuk staff (Analyst, Officer setara) dan siswa 10%.

Direktur Utama Garuda Indonesia yakni Irfan Setiaputra menjelaskan, kebijakan ini di ambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi perusahaan. Salah satu opsi terbaik yang bisa di ambil di tengah pandemi COVID-19. Irfan Setiaputra sangat optimis perusahaan Garuda Indonesia mampu bertahan melewati masa sulit dan bisa kembali menjalankan layanan operasional dengan sangat optimal untuk kedepanya.