Setelah 9 Hari Terkapar di Zona Merah Rupiah Pun Bangkit

Usaha Dagang, Bisnis –  Setelah 9 hari berturut-turut perdagangan parkir di zona merah. Penguatan rupiah bersama rekan mata uang Asia yang dipicu sentimen The Federal Reserve yang di percaya akan menggelontarkan stimulus dalam perekonomian. Namun akhirnya rupiah pun berhasil menguat setelah 9 hari itu meskipun tetap di atas level Rp16.000 per dolar AS.

Berdasarkan data yang terdapat dari Bloomberg, pada perdagangan yakni Selasa (24/03/2020) rupiah di tutup pada level Rp16.500 per dolar AS yang terapreasi 0.45% atau 70 poin. Dimana peristiwa ini merupakan penguatan rupiah untuk pertama kalinya dalam perdagangan terakhir. Penguatan rupiah ini bersamaan dengan mayoritas mata uang yang ada di Asia, kinerja terbaik di pimpin oleh won 1.34%, lalu di ikuti dengan dolar Singapura menguat 0.76% dan terakhir peso Filipina yang naik sekitar 0.75%.

Untuk kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada tanggal (24/03/2020) berada di posisi Rp16.486 per dolar AS yang menguat 0.7% dari perdagangan yang sebelumnya yakni di posisi Rp16.608 per dolar AS. Menurut Ariston bahwa rupiah ini masih menguji level Rp16.300 per dolar As. Dan apabila rupiah gagal untuk menembus level tersebut maka uang garuda berpotensi menuju level resisten Rp.16.575 per dolar AS.

Ibrahim selaku Direktur TRFX Garuda mengatakan bahwa rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan seiring dengan bertambahnya kasus COVID-19 di Indonesia Kamis(26/03/2020). ” Ini kemungkinan yang menjadi sentimen rupiah menjadi negatif pada perdagangan selanjutnya, karena rilis data virus corona yang semakin meningkat” ujar Ibrahim Selasa, (24/03/2020). Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.450 per dolar AS hingga Rp16.750 per dolar AS.