Pengusaha Beras Memutuskan Untuk Memilih Karantina Wilayah Ketimbang Lockdown

Usaha Dagang, Dunia – Dengan makin parahnya virus corona di Indonesia, terutama di Jakarta membuat sejumlah pihak harus menyarankan pemerintah Indonesia melakukan penutupan wilayah atau Lockdown agar COVID-19 ini segera mereda. Namun ada beberapa pihak yang memutuskan untuk penutupan daerah saja di karenakan untuk pengusaha beras di daerah diyakini tidak akan mengirim pasokan beras karena khawatir berasnya tidak akan masuk apabila lockdown.

Billy Haryanto selaku Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) meminta agar pemerintah hanya menerapkan karantina wilayah ketimbang lokdown. Bahwasanya dengan karantina wilayah distribusi logistik seperti beras masih bisa berjalan. “Sebaiknya karantina wilayah saja agar pemerintah dan pelaku usaha bisa mendistribusikan beras. Dan apabila lockdown masyarakat tidak bisa kemana-mana. katanya dalam keterangan pers, pada hari senin (30/03/2020).

Untuk karantina wilayah sendiri hanya membatasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainya dan tidak membatasi pergerakan dalam distribusi barang. Nantinya pagi para supir supir truk yang mengangut beras tinggal menunjukan kartu pas ketika memasuki wilayah perbatasan. Menurutnya saat keadaan seperti ini pedagang beras menjadi sangat penting. Kecuali Bulog atau pemerintah yang pegang mau di lockdown juga tidak masalah.