Pembebasan Impor Bawang Putih dan Bombai Oleh Menteri Perdagangan

Usaha Dagang, Bisnis – Hingga 31 Mei 2020 nanti untuk semua pengusaha di Indonesia tidak perlu lagi mengajukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Perijinan (SPI). Hal tersebut dikemukakan oleh Agus Suparmanto selaku Menteri Perdagangan (Mendag) setelah menetapkan kebijakan mengenai pembebasan impor bawang putih dan juga bawang bombai.

Penetapan kebijakan tersebut tentunya setelah adanya koordinasi antara Menteri Perdagangan dengan Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Jokowi. Dengan tujuan agar pasokan di dalam pemenuhan bahan pokok bisa terpenuhi sehingga tidak adanya lonjakan harga akibat penyebaran virus corona (COVID-19).

Saat pembebasan impor ini mulai ditetapkan maka pasokan berlebih (oversupply) tidak akan terjadi. Karena potensi oversupply tersebut yang menyebabkan harga-harga komoditas pangan menjadi anjlok. Namun dalam penetapan impor menurut Agus harus disesuaikan dengan kemampuan produksi dalam negeri. Untuk bawang putih sendiri, Indonesia mengimpor hampir 95% dikarenakan adanya keterbatasan produksi terutama mengenai situasi alam yang ada di Indonesia.

Karena kondisi penyebaran corona saat ini kemungkinan akan berpengaruh pada proses importasi sehingga menyebabkan keterlambatan baik logistik yang menjadi terlambat juga proses impor bahan baku juga menjadi lambat. Jadi bukan karena pengajuan RIPH yang dianggap terlalu lama sehingga untuk itu perlu adanya antisipasi segera oleh pemerintah.