Padi dan Jagung di Jateng Menjadi Penyumbang Terbesar Berskala Nasional

Usaha Dagang Bertani – Pada panen raya tahun ini, Jawa Tengah mengalami peningkatan dalam memproduksi padi dan juga jagung. Hal tersebut dilihat berdasarkan hasil panen raya selama bulan Maret dan April dimana untuk wilayah Jateng melakukan panen sebanyak dua kali, sehingga dianggap sebagai penyumbang padi dan jagung terbanyak. Apalagi di tengah merebaknya virus Covid-19 maka dengan posisi tersebut jumlah stok pangan bisa terpenuhi.

Sebagai contoh di wilayah Kecamatan Gemuh, dengan luas panen jagung yang mencapai 1,177 hektare dengan produksi hasil panen sebesar 5,885 ton dan poduktivitas tanaman (provitas) per hektarenya sebesar 5 ton. Sedangkan di bulan April dengan luas panen sekitar 269 hektare dan memproduksi hasil panen sebanyak 1,345 ton serta provitas sebesar 5 ton per hektare.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro bahwa untuk budidaya padi dan jagung menurutnya sudah siap panen dan akan dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu di bulan Maret dan April.

Beliau pun berujar bahwa ternyata selain di Kecamatan Gemuh, panen juga terjadi di beberapa tempat di Jawa Tengah diantaranya di Kabupaten Kendal dengan luas panen 7,840 hektare dan di desa Montongsari Kecamatan Weleri dengan luas lahan garapan seluas 463 hektare.

Untuk daerah Gemuh di bulan Maret ini produksinya mencapai 39,200 ton dan di bulan April 12,725 ton. Kemudian di daerah Montongsari untuk produksinya sendiri mencapai 2,551 ton dan di bulan April 1,921 ton.

Di Kabupaten Kendalnya sendiri, akan berlanjut masa panen raya dengan rata-rata luas panennya di bulan Maret mencapai 5,98 hektare dengan provitasnya sebanyak 32,980 ton. Dan dengan luas area panen seluas 8,281 hektare serta provitas 45,545 ton untuk bulan April.

Selanjutnya di Desa Kebondalem, di bulan Maret ini memproduksi 506 ton dengan panen padi seluas 100 hektare dan di bulan April dengan panen padi seluas 383 hektare serta memproduksi 1,921 ton.

Kemudian berlanjut lagi di Kecamatan Gringsin di bulan Maret ini untuk panen padi seluas 100 hektare telah memproduksi 506 ton dan di bulan April tercatat untuk luas panen 274 hektare memproduksi 2,057 ton.

Sebenarnya menurut Suryo diantara wilayah-wilayah di Jawa Tengah yang telah dipaparkan olehnya, masih terdapat 7 wilayah lagi yang menurutnya berpotensi akan terjadi panen raya padi dan juga jagung di bulan Maret-April musim 2020 ini. Dan dengan hasil panen raya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok pangan nasional serta menjadi bentuk dukungan ke Kementerian Pertanian dalam menjamin stok pangan nasional tercukupi dan juga terkendali.