Langkanya Pasokan Rotan Untuk Kebutuhan Industri

Usaha Dagang, Bisnis – Dalam rangka memajukan ekspor furnitur berbahan baku rotan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM menggelar rapat terbatas bersama pemerintah daerah, industri dan juga para petani rotan.

Di dalam rapat tersebut akhirnya diketahui permasalahan yang sering dihadapi oleh para petani yaitu soal tata niaga rotan dimana tidak adanya keseimbangan akan ketersediaan bahan baku rotan antara hulu dan hilir.

Kurangnya pasokan akan bahan baku rotan tersebut dikarenakan seringnya terjadi penyelundupan produksi rotan yang melimpah dimana nilai setiap bulannya diketahui mencapai 10 ribu ton. Sekiranya karena ada yang melakukan penyimpangan sehingga industri hanya bisa menyerap 30 persen produksi rotan setengah jadi. Hal ini disebabkan karena tidak adanya kebijakan antara hulu dan hilir dimana di hulu karena produksi melimpah menyebabkan harga menjadi sangat murah. Berbanding terbalik dengan di hilir yang mahal harganya dikarenakan langkanya pasokan bahan.

Supaya rotan menjadi komoditi yang menguntungkan, perlu segera dibuat data yang valid antara dinas terkait, pengusaha serta para petani penghasil rotan supaya bisa segera dibuat kebijakan. Namun perlu adanya keselarasan antara petani, pengolah rotan dan industri furnitur dimana masing-masing pihak harus sama-sama berkembang. Dengan demikian maka akan saling menguntungkan antar kedua belah pihak.

Karena Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar, seharusnya produksi rotan bisa menjadi produk unggulan namun kenyataannya malah negara lain yang menjadi eksportir produk furniture dengan bahan baku rotan yang besar.

Victoria Simanungkalit selaku Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan rendahnya penyerapan bahan baku rotan dikarenakan seluruh jenis produksi berbahan baku rotan tidak bisa diserap oleh industri rotan karena ditemukannya beberapa jenis rotan tertentu.

Dan untuk masalah data produksi tersebut harus cepat terselesaikan sehingga pengambilan kebijakan terhadap tata niaga rotan dapat terealisasi dan diputuskan segera.