Corona Mulai Merambah Indonesia, Harga Masker Naik Gila-Gilaan

Usaha Dagang, Bisnis – Selama ini Indonesia termasuk negara yang diklaim belum terjangkiti virus Corona. Namun dalam beberapa hari belakangan dikabarkan terdapat dua orang Indonesia yang positif telah terjangkiti virus tersebut. Dan dalam hitungan jam setelah tersiar kabar tersebut membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong mulai mencari masker dan juga hand sanitizer atau anti septik ke apotik atau supermarket terdekat di daerah tempat tinggal mereka.

Hal tersebut menyebabkan hampir di semua apotik yang ada di Indonesia kehabisan stok dan akhirnya tidak memiliki stok masker lagi sehingga bagi warga yang tidak mendapatkan masker menjadi kecewa.

Stok masker dikabarkan sudah sejak lama kosong semenjak 2 pekan terakhir terutama saat presiden Joko Widodo mengumumkan 2 WNI teridentifikasi telah terjangkiti virus Corona. Karena itulah permintaan semakin melambung juga disertai harga yang naik berkali lipat.

Melihat fenomena seperti itu membuat pemerintah tidak tinggal diam. Melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyampaikan kepada masyarakat apabila menemukan pelaku usaha yang menaikkan harga masker dari harga normal untuk segera melaporkannya dengan beberapa cara, yaitu dengan mendatangi langsung kantor KPPU yang beralamat di JL. Ir. H. Juanda/36, Kecamatan Gambir, Jakarta atau bisa juga melalui situs resmi KPPU. Tujuannya adalah untuk mencegah semakin melambungnya harga masker di pasaran.

Bagi para pelaku usaha yang kedapatan menaikkan harga masker akan dikenakan Pasal UU No. 5 tahun 1999 dan untuk besaran dendanya pun tidak main-main karena diharuskan membayar denda maksimal 25 miliar. Namun hingga saat ini belum ditemukan pelaku usaha yang melanggar UU tersebut. Biasanya kenaikan harga dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang berasal dari retail-retail kecil sedangkan yang dari retail besar belum ditemukan adanya pelanggaran tersebut.

Oleh karena itulah dibutuhkan peran serta masyarakat apabila menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh para pelaku usaha baik retail kecil maupun besar untuk segera melapor.