BUMN Harus Siap Rugi Akibat Dampak Corona

Usaha Dagang, Bisnis – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mengatakan bahwa perekonomian Indonesia terkena imbasnya termasuk perusahaan BUMN akibat pandemi virus Corona. Dan tentunya akan mempengaruhi pendapatan BUMN sehingga kerugian sudah pasti tidak akan terelakkan.

Kendati demikian, untuk mengantisipasinya Erick sudah mengambil langkah-langkah supaya perusahaan BUMN yang sudah terkena dampaknya bisa segera bangkit. Namun menurutnya hal itu tidak mudah dilakukan begitu saja karena untuk memulihkannya membutuhkan proses hingga beberapa bulan ke depan.

Untuk meningkatkan dividen perusahaan BUMN ditengah kondisi saat virus corona sedang melanda tentunya menurut Erick sangat berat dilakukan. Meskipun Erick pernah berjanji akan meningkatkan tahun depan dividen BUMN dan menyampaikannya kepada media, Kementerian Keuangan bahkan hingga wakil rakyat, namun itu terjadi sebelum virus corona melanda.

Dampak lain yang diakibatkan virus corona yaitu semakin lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Karena dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar maka akan berpengaruh pada pinjaman oleh perusahaan BUMN dalam hal ini PT Garuda Indonesia Tbk.

Apalagi Arab Saudi telah melakukan pelarangan sementara umrah dan berlaku baik untuk warga asli maupun pendatang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan juga beberapa maskapai juga mulai membatasi penerbangan karena jumlah penumpang pesawat di seluruh dunia menurun drastis. Hal ini tentunya akan sangat berdampak pada industri penerbangan dan pastinya PT Garuda Indonesia Tbk pun akan ikut kena dampaknya.