Uji Coba Pemblokiran Ponsel BM Mulai 17 Februari

Usaha Dagang, Bisnis – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merencanakan akan mulai melakukan uji coba aturan pemblokiran terhadap ponsel BM (Black Market). Uji coba tersebut akan dimulai pada hari Senin (17/2/2020) melalui nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

Ditentukannya tanggal tersebut setelah melalui perdebatan yang alot dengan operator sellular yang ada di Indonesia karena mereka masih membahas penanganan use case seperti adanya kloningan nomor IMEI dan ponsel wisatawan asing serta pembahasan success indicatornya.

Uji coba tersebut akan dilaksanakan selama kurang lebih dua hari dan hanya menggunakan sample dummy di mana nantinya ponsel yang sudah tersambung ke layanan sellular tidak akan terganggu. Kemudian data dari operator sellular berupa data dump yang berisi kumpulan IMEI dari ponsel yang masih menggunakan kartu SIM selanjutnya akan diserahkan ke Kemenperin untuk dilakukan uji coba lebih lanjut.

Untuk skema pemblokirannya sendiri menurut Menteri Kominfo Johnny Plate akan menyiapkan 2 metode yaitu sistem blacklist dan whitelist. Di mana untuk sistem blacklist, ponsel yang digunakan apabila terdeteksi oleh sistem Equipment Identity Register (EIR) maka ponsel tersebut akan langsung terblokir otomatis. Sedangkan untuk metode whitelist, para pengguna ponsel melakukan pengecekan sendiri apakah terdaftar atau tidak IMEI ponsel yang digunakannya.

Aturan tersebut berdasarkan komitmen pemerintah tetap akan mengimplementasikannya sesuai jadwal yang telah disepakati bersama antara pemerintah dengan pihak operator sellular yaitu pada 14 April mendatang.