Perubahan Skema Alokasi Dana BOS Oleh Pemerintah

Usaha Dagang, Bisnis – Mulai tahun 2020 ini pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan melakukan perubahan terhadap skema alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Alokasi dana tersebut rencananya akan langsung dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Sekolah.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa dengan penerapan seperti itu maka tiap sekolah yang menjadi sasaran Dana BOS akan lebih cepat diterima dan digunakan sebagaimana mestinya untuk keperluan operasional sekolah yang bersangkutan. Seperti yang sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan PMK No. 48/PMK.07/2019 di mana isi dari peraturan tersebut mencakup Pengelolaan Mengenai Dana Alokasi Khusus Nonfisik.

Dana BOS ini nantinya akan digunakan dalam memperlancar proses belajar mengajar di setiap tingkatan sekolah baik dalam bentuk BOS Reguler, Kinerja maupun Afirmasi dengan total dana yang akan di alokasi sebesar RP 54,32 triliun untuk 45,4 juta siswa sepanjang tahun 2020. Untuk anggaran tersebut naik 6,35 % dibanding anggaran tahun sebelumnya.

Untuk tahapan penyalurannya sendiri terbagi menjadi 3 tahap (triwulan) yaitu sebanyak 30 % untuk triwulan pertama (paling cepat di bulan Januari), 40 % untuk triwulan kedua ( di bulan April), dan 30 % untuk triwulan ketiga (di bulan September).

Dengan adanya peningkatan selama satu semester sebesar 70 % diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas bagi masing-masing sekolah yang menerima dana BOS tersebut. Untuk pelaksanaannya sendiri akan dilakukan setelah Kemendikbud memberi rekomendasi kepada Kemenkeu berdasarkan laporan dari masing-masing sekolah penerima Dana BOS lewat aplikasi Dana BOS.