Penghasilan 1M Dari Hasil Sampingan Kayu Sengon

 

Usaha Dagang, Bisnis –  Kayu sengon merupakan salah satu kayu yang jenis nya sama seperti kayu jati. Kayu sengon juga adalah investasi kayu keras yang sangat menjanjikan.

Kayu sengon ini take profitnya terhitung lama saat di bandingkan dengan kayu jati, namun budidaya kayu sengon ini jauh lebih pendek dari waktu tungunya. Dengan adanya bisnis sampingan ini persaingan kayu sengon menjadi sangat ketat karena potensinya yang sangat menjanjikan. Tidak hanya itu untuk membudidaya kayu sengon ini harus benar-benar teliti dan benar, dan harus tahu peluang investasi kayu sengon ini. Jangan hanya tergiur oleh keuntungan nya tetapi anda harus memikirkan dari kerugiannya. Untuk yang memulai bisnis ini harus cermat dalam melihat inves di pasaran juga.

Anda juga harus tau bagaimana perkiraan situasi pasar kayu sengon ditahun depan tersebut. Kayu sengon sendiri merupakan kayu jenis keras yang mempunyai sifat empuk dengan serat kayu yang standar, dan bisa digolongkan bahwa kayu sengon ini merupakan kelas bawah dari kayu jati. Jadi jangan kaget kalau harga dipasaran kayu sengon ini terbilang lebih murah. Tetapi karena harga pohon bibit nya ini murah maka menyebabkan kayu sengon mempunyai daya tarik sendiri bagi para konsumen.

Dan berita baiknya bahwa kayu sengon ini termasuk kayu yang banyak dicari oleh para konsumen untuk bahan baku bangunan. Bahkan khusus untuk bisnis furniture, kayu sengon ini menjadi permintaan ekspor untuk bahan baku furniture yang tidak kalah tinggi pesaingannya dengan bahan-bahan kayu lainya luar biasa kan?. Berikut analisa perhitungan biaya bagi anda yang ingin tahu. Andaikan saat ini harga bibit kayu sengon sendiri sekitar 500-1.000 rupiah dengan lahan 1 hektar, anda memerlukan bibit kayu sengon sekitar 3.500 batang. Dengan begiru anda juga harus memikirkan biaya penanaman kayu atau tenaga kerja dan tentunya biaya perawatan kayu tersebut selama 5 tahun kedepan.

> Harga sewa lahan = Rp. 7.000.000,-
> Harga bibit kayu sengon @Rp. 3.500 per batang = Rp. 2.500.000,-
> Biaya tanam kayu sewon = Rp. 1.000.000,-
> Biaya perawatanya selama 5 tahun Rp. 20.000.000,-
> Total biaya Rp. 30.500.000,-
> Asumsi penghasilan = Rp. 500.000,- per pohon, dengan tingkat lost 20%
> total penghasilan selama 5 tahun = 5 x 12 x Rp. 500.000,- = RP. 1.400.000.000,-