Menjala Ratusan Juta Rupiah dari Gelembung Ikan di Merauke

Usaha Dagang, Bisnis – Benda yang mirip seperti kerupuk mentah yang keras ini banyak di cari – cari. Ukurannya ada yang selebar telapak tangan atau dua kali besar, yang berwarna putih pusat. Sekilas sulit dipercaya bahwa ini adalah barang mahal, bila dikumpulkan harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Benda ini adalah gelembung ikan. Par nelayan merauke, yang berada di provinsi papua, banyak yang memburunya dilautan. Seperti para nelayan yang berada di pantai lampu satu ini, gelembung ikan adalah alasan mereka untuk berada di tengah laut selama berpuluh – puluh hari.

Saat team kami menyambangi salah satu sudut kampung nelayan Makassar di Lampu Satu, para pria dewasa sedang beristirahat di teras rumah panggung, sekitar 100 meter dari bibir pantai. Mereka nelayan, namanya Hamzah, Jum, Bota, Kahar, Ruslan, Sahid, dan Haris.

Mereka bercerita kepada kami soal gelembung ikan itu. Gelembung yang paling mahal adalah yang diambil dari perut ikan gulama (Pennahia argentata). Gelembung dari jenis ikan yang lain harganya lebih murah, namun tetap saja harganya fantastis untuk ukuran jeroan ikan. Ada gelembung kakap cina, angkui, dan kuroh.

“Dulu, kita pernah dapat paling banyak Rp 300 juta lebih. Tapi waktu itu melautnya sampai daerah Wanam dan juga sampai perbatasan PNG (Papua Nugini) ke sana,” kata Jum, pria 35 tahun, sambil bersandar di pagar teras rumah panggung ini.

Di daerah itu ada ribuan ekor ikan gulama yang bisa dijaring. Tentu tak mudah untuk mencapai wilayah perairan yang disebutkan itu. Di samping jaraknya jauh, bahan bakar dan perbekalan juga harus dipersiapkan dengan modal tak sedikit. Melaut sebulan saja, butuh duit belasan hingga puluhan juta rupiah. Belum lagi sebelum melaut, mereka harus minta izin dulu dengan nelayan setempat agar terhindar dari rusuh di lautan.

Ikan gulama sendiri sudah semakin sulit didapati oleh nelayan Lampu Satu. Gulama biasa dijumpai sekitar September sampai Januari. “Gulama itu carinya setengah mati. Kadang satu bulan, tiga bulan, tidak dapat ikan itu,” kata Sahid (35) sambil menenggak minuman di suasana gerah tepi pantai ini.

Gelembung adalah organ yang membantu ikan bisa mengambang. Nama pasarannya adalah ‘fish maw’. Di China, gelembung menjadi makanan mewah, diolah dalam bentuk sup atau rebusan. Gelembung juga menjadi sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman beralkohol. Nelayan juga menginformasikan gelembung ini diolah menjadi benang operasi yang digunakan dokter.

Nilai gelembung ini dipengaruhi juga oleh jenis kelamin ikannya. Beda dengan gelembung jantan dan betina ada pada bentuk gelembung. Bila jantan, pinggirannya cenderung tipis dan tengahnya tebal. Bila betina, permukaan cenderung tebal semua. Gelembung jantan lebih mahal harganya daripada gelembung betina.

Jika ingin dijual, gelembung itu dikelompokan dulu berdasarkan berat per gram. Kemudian gelembung yang dikumpulkan itu akan dinilai berdasarkan ukuran per 1kg.

“Kalau gelembung warnanya sudah merah, itu tandanya ikan sudah tua, busuk. Harganya dipotong 30 persen,” kata Haris.

Pada Oktober tahun kemarin, Haris dan para nelayan yang menggunakan kapalnya berhasil meraup lebih dari Rp 100 juta dari lebih dari 10 kg gelembung kakap cina. “Bulan-bulan 10 biasanya dapat segitu,” kata Haris.

Yang membayar gelembung-gelembung ini adalah para pengepul, mereka sebut sebagai bos. Para nelayan ini mengaku tak tahu menahu sebenarnya buat apa gelembung-gelembung ini, kecuali hanya sebatas informasi singkat yang tak terlalu mereka pahami.