Indonesia Membuka Pintu Impor Gula Dari India

Usaha Dagang, Bisnis – Gula sebanyak 130.000 ton dari India menjadi salah satu pernyataan pengusulan dari Badan Ketahanan Pangan ( BKP), gula ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang antar negara Indonesia dan negara India.

Agung Hendriadi selaku kepala BKP mengemukakan bahwa pengajuan impor demi menjaga stok menyusul bagi masa giling tebu di Indonesia yang di perkirakan mundur. Umumnya masa giling tebu sendiri akan di mulai pada bulan mei, namun karena efek dari masa tanam yang mundur akibat kemarau giling tebu pada tahun ini di mulai pada bulan juni atau juli.

“Untuk gula tahun ini kita terlambat giling, kita juga ajukan suatu kebutuhan impor dari India yaitu 130.000 ton gula sebagai barter untuk akses sawit kita.” Ujar Agung.

Dalam kunjungan nya ke India, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengemukakan Asosiasi Pabrik India (ISMA) dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesi (ISMA) yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dimana isi dari kesepakatan itu ialah pembelian gula mentah di New Delhi, India pada 2019 lalu. Namun dalam MoU tersebut AGRI akan mendatangkan gula mentah ke Indonesia untuk di olah kembali dan di jadikan bahan gula rafinasi yang akan di gunakan untuk kepentingan industri negara.

Agar mengakomodasi importasi gula dari India sendiri Agung mengemukakan bahwa telah merevisi standar International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis untuk pemasukan gula mentah maupun sudah menjadi kristal. Termasuk Revisi standar ICUMSI dalam peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2020.