Berbagai Kategori Konsumen Digital Berdasar Perilaku Berbelanja

Usaha Dagang, Bisnis – Berdasarkan riset yang dirilis oleh Facebook dan firma konsultan Bain & Company, kiat seseorang dalam belanja online ternyata bukan hanya karena mengejar harga diskon.

Hasil survei yang didasarkan atas studi dengan judul “Riding The Digital Wave” dengan jumlah responden yang mencapai 12.965 orang dan 30 CEO yang tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia diantaranya, diketahui bahwa para konsumen digital asal Indonesia yang melakukan belanja online hanya pada saat momen diskon berjumlah kurang dari 10 persen.

Seperti yang diungkapkan oleh Hilda Kitti yang merupakan Head of Marketing Facebook Indonesia, bahwa konsumen digital Indonesia yang berbelanja online ketika hanya ada pesta diskon berkisar 9 persen responden.

Berbeda dengan jumlah responden yang memilih melakukan belanja online setiap saat tanpa menunggu diadakannya pesta diskon oleh pihak merchant berjumlah 50 persen responden lebih bahkan mencapai kurang lebih 61 persen responden.

Dalam survei tersebut untuk pembagian jenis konsumen digital terbagi menjadi enam jenis. Jenis yang pertama yaitu evolved shopper dimana jenis konsumen ini merupakan konsumen yang doyan belanja online namun mengutamakan kenyamanan. Kemudian lifestyle shopper merupakan jenis konsumen yang sukanya hanya membeli barang-barang tertentu sesuai gaya hidupnya.

Selanjutnya purposeful shopper merupakan jenis konsumen yang membeli barang karena berdasarkan kebutuhan, sedangkan untuk jenis value hunters merupakan jenis konsumen yang suka membandingkan antara produk satu dengan yang lain untuk mendapatkan produk yang layak dibeli olehnya. Berikutnya untuk jenis recent adopters merupakan konsumen yang dalam dua tahun terakhir baru memulai aktivitas berbelanja online.

Dan yang terakhir yaitu jenis konsumen Gen Z, dimana jenis konsumen ini merupakan generasi potensial anak muda yang baru mencoba melakukan belanja online dan untuk jenis kategori belanjanya hanya terbatas pada keinginan atau karena terpengaruh oleh iklan di sosial media.