Rendahnya Kesadaran Masyarakat Dalam Penggunaan Regulator Gas Sesuai Standar Yang Diberlakukan

Usaha Dagang, Bisnis – Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, penggunaan kompor gas sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak pernah bisa dilepas. Namun kesadaran masyarakat akan penggunaan tabung gas yang menjadi bahan bakar utama sesuai standar masih patut dipertanyakan. Karena sampai saat ini ditemukan masih banyak yang menggunakan regulator tekanan rendah tidak sesuai standar SNI yang tentunya sangat membahayakan keselamatan.Padahal regulator dengan tekanan rendah menjadi standar terjaminnya keamanan di dalam penggunaannya oleh masyarakat. Kementerian Perindustrian pun telah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk regulator tekanan rendah untuk masing-masing tabung baja LPG semenjak tahun 2007. Untuk pengawasannya pun rutin dilakukan oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa serta dibantu oleh Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga guna melindungi konsumen dan menentukan apakah sudah sesuai dan memenuhi persyaratan mutu SNI sebelum diedarkan ke masyarakat.

Untuk mengantisipasi produk yang beresiko tinggi tersebut di dalam penggunaannya oleh konsumen sebagai kebutuhan rutin sehari-hari supaya tidak membahayakan, Pemerintah dan juga Pertamina perlu melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi standar SNI tersebut dan kemudian melakukan pemusnahan agar tidak dimanfaatkan kembali nantinya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun agar seluruh masyarakat bisa menggunakan regulator tekanan rendah ber-SNI tersebut dan sebelum diedarkan kembali agar bisa digunakan oleh masyarakat luas maka perlu diadakan investigasi terlebih dahulu oleh Pemerintah. Dalam hal ini Pertamina pun harus turut andil dan juga ikut bertanggung jawab. Selain itu perlu adanya sosialisasi dan masyarakat juga harus di beri edukasi di dalam penggunaan dan pemasangan regulator gas elpiji agar tidak terjadi kembali masalah di kemudian hari.