Pembangunan Pusat Material Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jepara

Usaha Dagang, Bisnis – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian direncanakan akan membangun pusat material di Jawa Tengah yang berpusat di Jepara. Hal ini ditujukan untuk memajukan pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) terutama di dalam memenuhi kebutuhan akan bahan baku untuk keperluan pembuatan produk mebel.

Diharapkan dengan terpenuhinya akan bahan baku tersebut sehingga dapat meningkatkan daya saing akan kebutuhan ekspor dan sebagai penopang keberlangsungan usaha di bidang industri mebel. Seperti yang dijelaskan oleh Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal IKM Kemenperin, bahwa akses untuk mendapatkan bahan baku tersebut sangat diperlukan sebagai penunjang di dalam mendapatkan bahan baku yang sesuai kriteria dan spesifikasi pasar.Konsep di dalam membangun pusat material yang sudah dikaji sejak tahun 2019 tersebut ujarnya akan terbagi menjadi 4 konsep, diantaranya yaitu Production Planning Inventory Control, jasa persewaan mesin industri secara kolektif, pengelolaan bahan baku standar dan bahan baku pendukung, dan pengelolaan di dalam kegiatan logistik yang ditujukan bagi para pelaku Industri, Kecil dan Menengah.

Supaya pembangunan pusat material tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana maka diperlukan kerjasama yang saling bersinergi antara kementerian dengan sejumlah pihak yang bersangkutan yaitu dengan mengajak Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, penyedia jasa logistik, perbankan, koperasi pusat dan termasuk juga para pelaku usaha industri itu sendiri.

Dipilihnya kota Jepara dikarenakan kota tersebut sangat kaya akan kearifan dan kekayaan intelektual lokal disamping merupakan pusat sentra industri mebel. Karena dengan melihat keragaman corak dan desain mebel yang berciri khas lokal dan ditunjang SDM yang berkompeten tersebut itulah diharapkan bisa menjadikan daya saing yang lebih kompetitif di pasar global.

Untuk masalah pembiayaan, Kemenperin melakukan upaya dengan melakukan peningkatan akses pada sumber pembiayaan yaitu dengan memberikan penjaminan kredit dari Pemerintah yang ditujukan bagi para pelaku usaha IKM berupa program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk suku bunga pinjamannya di tahun 2020 ini sebesar 6% dan diharapkan dengan besarnya suku bunga pinjaman tersebut akan menguntungkan bagi para pelaku usaha IKM tersebut.