Jualan Tauge, Dagang yang Menjanjikan Dengan Modal Minimal

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Salah satu hambatan yang paling utama bagi kita untuk memulai bisnis yaitu adalah modal. Bagaimana bisa kita mau memulai bisnis jika keuangan sangat terbatas? Solusi keterbatasan modal ini bisa dilakukan dengan meminjam uang di bank, akan tetapi beresiko tinggi, jika salah – salah kita bisa terlilit hutang. Jadi, adalah bisnis yang membutuhkan modal sedikit akan tetapi keuntungan yang didapat menjanjikan? Ya ada, yaitu bisnis dagang tauge.

Mengapa harus tauge? Maka dari itu mari kita analisis sedikit. Harga kacang hijau dipasar sekitar rp.24ribu/kilo. Dari kacang hijau 1kg tersebut, jika kita buat tauge, maka akan menghasilkan tauge sebanyak kurang 7kg. harga tauge di pasar jika kita jual sendiri sekitar rp.7ribu/kilo, tentu berbeda dengan harga jual tauge untuk setiap daerah. Jadi, dari hasil penjualan tauge kita tersebut memperoleh 7xrp 7rb = rp. 49rb.

Sehingga, jika dikurangi modal beli kacang hijau kita memperoleh pendapatan sebesar Rp 49 ribu – Rp 22 ribu = Rp 27 ribu. Pendapatan Rp 27 ribu tersebut merupakan pendapatan kotor kita karena belum dipotong biaya tambahan (seperti biaya air untuk menyiram, biaya peralatan, dan biaya nutrisi tauge).

Anggaplah biaya tambahan untuk membuat tauge tersebut adalah 7 ribu. Jadi kita memperoleh penghasilan sebesar Rp 20 ribu per Kg kacang hijau. Bayangkan jika per hari kita bisa menjual tauge dari 10 Kg kacang hijau, berapa penghasilan kita? Iya, Rp 200 ribu. Jika kita melihat modalnya yang sedikit tentu saja penghasilan tersebut lumayan, bukan?

Disini kita akan menghitung modal untuk membuat tauge dari 10kg kacang hijau. Harga kacang hijau 10 x Rp. 22ribu = Rp. 220rb. Harga kerancang bamboo dengan ukuran besar yang berjelek sekitar Rp. 10ribu/unit, jadi kita membutuhkan 2 unit yang berukuran besar dan 1 unit berukuran kecil, jadi harganya anggap saja Rp. 30ribu.

Harga nutrisi tauge anggap Rp 10 ribu, ini sudah sangat maksimal. Air untuk menyiram, jika menggunakan sumur tentu sangat murah, namun beda dengan air PDAM, jadi harus hemat air. Dalam hal ini saya menggunakan air sumur jadi saya kurang tahu berapa biaya airnya. Jadi kesimpulannya, modalnya adalah Rp 220 ribu + Rp 30 ribu + Rp 10 ribu = Rp 260 ribu, anggap biaya air 40 ribu jika menggunakan air PDAM, sehingga total modalnya Rp 300 ribu.

Berdasarkan modal Rp 300 ribu tersebut, kita tentu perlu menghitung kira-kira berapa untungnya. Jadi, dengan kacang hijau 10 Kg kita akan menghasilkan toge sekitar 70 Kg. Setiap kg toge dijual dengan harga Rp 7 ribu, sehingga harga jualnya adalah 70 x Rp 7 ribu = Rp 490 ribu. Lalu, untungnya berapa? Tinggal kita kurangkan harga jual dengan modal, Rp 490 ribu – Rp 300 ribu = 290 ribu. Lumayan bukan per hari memiliki pendapatan sebesar Rp 290 ribu?

Tauge sebelum siap untuk dijual membutuhkan 4 hari untuk pertumbuhannya. Jadi kita tidak bisa menjual tauge setiap harinya. Akan tetapi kita bisa menjual tauge setiap hari dengan cara membuat tauge juga setiap hari. Contohnya hari ini kita membuat tauge yang untuk 4 hari kedepan, besok buat lagi tauge untuk dijual 4 hari kedepan, dan besoknya juga sama membuat tauge untuk 4 hari kedepan. Lalu jika sudah mulai panen dan siap untuk dijual dan jangan lupa untuk membuat tauge lagi hari ini. Begitu terus menerus prosesnya. Jadi dengan begitu bukankah kita bisa menjual tauge setiap hari.