Intervensi Dalam Menekan Tingginya Impor Daging Sapi Oleh Kementan

Usaha Dagang, Bisnis – Saat ini pasokan daging sapi di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan besarnya permintaan akan kebutuhan daging sapi lebih besar dari pada persediaan yang ada. Karena itulah Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya membuat terobosan untuk mewujudkan pencapaian swasembada daging sapi dengan tujuan menekan volume impor daging sapi .

Bahkan Presiden Joko Widodo pun telah mengambil langkah di dalam mencari jalan keluar melalui Kementerian Pertanian dan memberi instruksi kepada Syahrul Yasin Limpo agar segera melakukan pendataan ulang mengenai laporan pengadaan daging sapi di seluruh wilayah Indonesia supaya kekurangannya bisa diperkirakan dan diantisipasi serta  dicarikan solusinya.

Dalam upaya pencapaian tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan mendorong pertumbuhan populasi ternak sapi lewat optimalisasi reproduksi ternak yaitu dengan menerapkan teknologi tepat guna baik transfer embrio ataupun dengan cara Inseminasi Buatan. Dengan penerapan tersebut diharapkan bisa menghasilkan produksi sapi bibit unggul.

Karena berbagai masalah yang kompleks di dalam negeri sehingga menyebabkan upaya di dalam mendorong produksi sapi lokal akan menjadi pekerjaan yang sangat berat. Dan untuk mengganti kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari daging sapi pun menurut Syahrul belum ada pilihan di dalam memilih ternak lain sebagai penggantinya karena perbedaan kadar protein yang terkandung di dalam daging masing-masing hewan ternak tersebut.

Pada tahun 2020 ini pemerintah berencana akan melakukan impor sapi indukan berjumlah 15 ribu ekor guna meningkatkan produksi sapi bibit unggul di Indonesia. Dan masing-masing hewan tersebut kemudian akan dipasang mikrocip agar nantinya bisa dilakukan pengawasan dengan mudah oleh para petugas terkait di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terputusnya potensi produksi akibat dijadikannya hewan ternak tersebut sebagai hewan kurban oleh para peternak.