Antisipasi Terhadap Potensi Menurunnya Produksi Jagung

Usaha Dagang, Bisnis – Memasuki akhir bulan Januari 2020, berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, mengemukakan bahwa untuk harga jagung di sepanjang bulan Januari ini mengalami kestabilan harga.

Seperti yang dikemukakan oleh Suwandi, selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, bahwa harga jagung di pasaran bisa stabil dikarenakan untuk mematok harga di pasaran dilihat berdasarkan kadar air dan juga lokasi di mana jagung tersebut dipanen. Dilhat dari harganya sendiri menurut pantauan di lapangan untuk per kilogramnya berkisar antara Rp 4.100,- hingga Rp 4.600,-.

Untuk menaikkan volume produksi jagung, Suwandi akan membuka lahan produksi di bulan februari nanti dengan kisaran luas lahan tersebut kurang lebih 500.000 hektar yang nantinya akan dimanfaatkan untuk area panen. Sehingga beliau mengharapkan dengan luas lahan tersebut diperkirakan akan dapat meningkatkan volume panen jagung hingga mencapai 3 juta ton.Di dalam meningkatkan potensi produksi jagung tersebut tentunya akan menghadapi kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Seperti misalnya masalah cuaca yang kadang tidak menentu dimana kadang panas dan tiba-tiba kadang turun hujan yang bisa menyebabkan banjir di lokasi area lahan panen. Juga dengan masalah pergantian cuaca yang secara tiba-tiba tersebut menyebabkan munculnya hama ulat grayak.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kementan sudah mengambil langkah dengan menurunkan tim penyuluhan yang telah ditunjuk untuk terjun langsung ke lapangan. Nantinya tim-tim tersebut akan menyaring segala jenis informasi oleh para petani jagung dan kemudian akan mempelajari permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing para petani tersebut dan sekalian akan dibantu untuk mendapatkan solusinya.