Tidak Membayar Polis, Apakah Jiwasraya Akan Disuntik Dengan Kas Negara?

Usaha Dagang, Keuangan – Mengenai gagalnya pembayaran polis asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi perhatian publik. Pendapat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) permasalahan bayar Jiwasraya skalanya cukup besar dan memiliki resiko sistemik.

Di tengha permasalahan tersebut, apakah pemerintah akan memberikan modal atau memberikan penyertaan modal neagara buat Jiwasraya? Pendapat dari Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata pemerintah belum ada membahas mengenai Jiwasraya pada tahap penyuntikan modal.

“Exercise kita belum dibicarakan apakah perlu melakukan penambahan modal dari APBN atau tidak,” ucap Isa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/01).

Isa juga mengatakan permasalahan Jiwasraya yang berisiko sistemik. Tapi, permasalahan tersebut skalanya berbeda jika terjadi pada perbankan. Dia menjelaskan persoalan yang akan ditanggung oleh Jiwasraya seharusnya bagaimana untuk mempertanggung jawabkan tanggungan seluruh nasabah yang berakhir sesuai dengan kontrak.

Bahkan, perseroan dapat mengalihkan polis yang belum jatuh tempo kepada perusahaan asuransi lainnya.

“Jika berada di bank yang penting uang saya kembali dan pada asuransi yang penting polis berjalan sampai akhir masa pertanggungan. Di asuransi jiwa memiliki tanggungan 15 tahuh, idealnya paling baik bagaimana polisnya berjalan hingga akhir masa polis. Apakah pada perusahaan sama atau diahlihkan ke perusahaan lain. Itu keunikan asuransi. Kita tidak perlu melakukan pemberhentian perjanjian karena proteksi,” terang dia.