APLIKASI PEMBAYARAN BERBASIS DIGITAL (QRIS) SISTEM ALL IN ONE

Usaha Dagang, Bisnis – Semakin maraknya sistem pembayaran berbasis digital belakangan ini tentunya menjadi pusat perhatian Bank Indonesia (BI) untuk mengambil langkah yaitu dengan mengeluarkan sistem pembayaran digital baru atau dikenal dengan sebutan QRIS (Quick Response Indonesia Standard) yaitu sistem pembayaran dengan menggunakan kode QR (Quick Response) yang biasa ditemukan dalam aplikasi uang elektronik berbasis server based.

Pungky Purnomo Wibowo selaku Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Operator (DPSP) Bank Indonesia menargetkan untuk tahun 2020 ini sejumlah 15 juta gerai (merchant) diharapkan menggunakan aplikasi QRIS ini.

Sejak dikeluarkannya aplikasi QRIS oleh Bank Indonesia yaitu sejak 17 Agustus 2019 hingga sampai pada saat ini terhitung sekitar 1,7 juta gerai (merchant) telah menggunakan aplikasi ini dalam melakukan transaksi pembayaran. QRIS sendiri diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Bank Indonesia Nomor 21/18/PADG/2019,tentang implementasi standar nasional QR code untuk pembayaran Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Perbedaannya dengan QR code yang sebelumnya terdapat di masing-masing PJSP seperti GOPay, OVO, Dana, Link Aja dan lainnya, untuk semua PJSP ini menjadi satu QR Code untuk seluruh pembayaran dalam aplikasi QRIS yang nantinya akan dipindai oleh perangkat elektronik untuk alat pembayaran.

Pungky mengemukakan dalam hal pencapaian target penggunaan aplikasi QRIS ini agar Bank Indonesia bisa lebih memfokuskan penggunaannya terutama di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) karena jumlahnya yang saat ini telah mencapai 60 juta di seluruh Indonesia.

Karena dengan hadirnya QRIS bagi para pedagang maka akan sangat lebih fleksibel dalam memilih sumber dana dalam pembayaran karena hanya diperlukan satu aplikasi saja.

Beliau pun berujar karena sangat mudah dalam membuat suatu kesepakatan dengan mereka (para pedagang) dan mereka pun sangat membantu di dalam menerapkan sistem pembayaran berbasis digital ini. Target penggunaannya sendiri diharapkan bisa meluas ke pasar-pasar tradisional, kampus dan pembayaran zakat/amal di rumah-rumah ibadah.

Untuk daerah-daerah di Indonesia di dalam penggunaan aplikasi QRIS untuk saat ini masih di dominasi oleh 5 provinsi, yaitu Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Diharapkan dalam waktu dekat akan merata penggunaannya di daerah lain yang ada di Indonesia.

Bagi para pedagang yang ingin menggunakan aplikasi QRIS persyaratannya sangat mudah, yaitu mengisi formulir pendaftaran dengan mendatangi Bank yang sudah ditunjuk untuk melakukan pelayanan pendaftaran aplikasi QRIS dan membawa KTP beserta NPWP bagi WNI dan paspor bagi WNA yang ingin membuka usaha di Indonesia.

Untuk pendaftaran tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis dan prosesnya pun diklaim sangat mudah. Namun di dalam melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS akan dikenakan biaya yang cukup bervariasi. Untuk pihak gerai (merchant), BI mematok biaya merchant discount rate (MDR) sebesar 0,7% dari transaksi. Khusus untuk sektor pendidikan, biayanya mencapai 0,6%, untuk pembelian bahan bakar minyak di SPBU menjadi 0,4% dan terakhir untuk donasi tidak dikenakan biaya (0%).