Insentif Dagang RI Bersama AS Ditargetkan Selesai Bulan Ini

Usaha Dagang, Bisnis – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan urusan Generalized System of Preferences (GSP) dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu satu bulan setelah pelantikan.

Dia bersama dengan wamen lainnya dilantik pada hari Jumat, 25 Oktober 2019. Ini berarti bahwa bulan ini harus GSP urusan dalam rangka. GSP adalah sistem tarif preferensial yang memungkinkan negara-negara secara resmi memberikan pengecualian terhadap aturan umum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Singkatnya melalui GSP, negara bisa memberikan bantuan tarif untuk eksportir negara-negara tertentu, dalam hal ini AS untuk Indonesia. Artinya, Indonesia bisa menerima insentif dari perdagangan dengan AS.

“Saya tidak dalam posisi untuk secara khusus. Tapi jika komitmen saya kepada presiden yang tepat dilantik waktu satu bulan,” katanya di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (05/11).

Dia akan melihat lebih banyak November ini apakah masalah ini bisa diselesaikan sebagai komitmen untuk Jokowi.

“Kami masih menyelesaikan beberapa hal karena sifat cair sehingga diskusi masih berlangsung. Kami berharap dalam waktu dekat,” katanya.

Partai Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sejauh ini dibahas dan dievaluasi untuk mendapatkan pengaturan yang saling menguntungkan.

“Itu bagian dari diskusi dan evaluasi biasa. Jadi itu ada pembahasan yang menurut saya wajar saja. Untuk setiap sisi akan tentu saja tidak ada kepentingan langsung tetapi ada kepentingan umum yang menang-menang. Saya pikir itu adalah wajar ,” dia menambahkan.