Ingin Budidaya Lobster Air Tawar? Ini Beberapa Hal Yang Harus Disiapkan

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Setiap usaha yang akan dilakukan sebaiknya harus disiapkan dengan matang dan baik. Begitu juga dengan usaha budidaya lobster air tawar. Karena usaha ini berhubungan dengan mahluk hidup, maka harus wajib di persiapkan dengan baik agar lobster mati ataupun stress.

Untuk memulai usaha bidudaya lobster, sebaiknya anda memperhatikan beberapa hal pokok seperti berikut ini.

1. Pemilihan lokasi

Pada dasarnya, lkaso tidak menjadi sesuatu yang mutlak di perhatikan dalam usaha budidaya lobster air tawar, terutama untuk skala usaha kecil ataupun rumahan. Hal ini dikarenakan usaha budidaya lobster dapat dilakukan di tempat yang tidak terlalu luas. Akan tetapi, jika ingin budidaya lobster air tawar untuk skala besar atau industry, lokasi menjadi satu hal yang sangat mutlak untuk diperhatikan.

Beberapa faktor sosial ekonomi yang harus diperhatikan, yaitu lokasi usaha tidak termasuk daerah kawasan industri yang padat. Kemudian, tersedia sarana dan prasarana yang dapat memperlancar jalannya usaha, serta aman dari gangguan luar.

2. Sumber air

Air menjadi salah satu kebutuhan utama dama budidaya lobster. Selain itu, sebagai media internal, air juga sebagai media eksternal bagi lobster. Beberapa sumber air tawar yang dapat digunakan untuk memelihara lobster adalah air sumur dan air pam ataupun air ledeng. Akan tetapi, kedua sumber air tersebut tidak dapat langsung digunakan, tetapi harus diolah terlebih dahulu.

Kualitas air dapat diketahui dari keadaman (pH), suhu, kadar kesadahan (DH), kandungan oksigen(O2), dan kandungan karbondioksida (CO2). Lobster menginginkan air dengan ph 7—8 dengan suhu 20—24°C dan tingkat kesadahan air itu agak lembut, yaitu antara 10—12° dH. Sementara, kandungan O2 minimal 7 ppm dan CO2 maksimal 10 ppm.

3. Bak pemeliharaan

Bak ataupun kolam peliharaan merupakan tampat membudidayakan lobster air tawar. Bak digunakan untuk memelihara indukan dan sebagai pembesaran. Bak dapat berbentuk segi empat ataupun disesuaikan dengan luas dan bentuk lahan yang tersedia. Akan tetapi, yang perlu anda perhatikan adalah ukurannya. Ukuran bak yang ideal sekitar 200 x 50cm. Bak untuk pemeliharaan lobster dibangun dengan bahan campuran semen dan pasir. Tebal dinding bak disesuaikan dengan besarnya.

Pada bibir atas bak bagian dalam diberi kaca, porselen, atau cukup diaci dengan semen. Tujuannya, mencegah lobster kabur dari bak. Lobster air tawar terkenal dengan sifat pengembaraannya yang tinggi. Dengan adanya kaca atau porselen yang dipasang di bibir kolam bagian dalam, lobster tidak bisa merayap naik karena kondisi bak yang licin.

Tinggi kaca atau porselen dari bibir atas kolam bawah cukup 20 cm. Sementara, dinding bagian bawah sampai dasar bak (ketinggian sampai 30 cm) diplester dengan semen. Bagian ini juga merupakan batas pengisian air.

4. Pipa paralon dan roster

Pipa paralon dan roster merupakan tempat persembunyian sekaligus sebagai tempat berlindung dari cahaya yang berlebihan, seperti sinar matahari. Ukuran diameter dan panjang pipa paralon disesuaikan dengan pertumbuhan lobster. Roster mempunyai kelemahan, yaitu hanya bisa digunakan untuk anakan sampai umur 3 bulan atau panjang tubuh maksimal sudah mencapai 7,5 cm.

5. Aerator

Peralatan budidaya lobster yang juga harus dipersiapkan yaitu aerator. Alat ini juga sangat penting keberadaannya karena tanpa alat ini, sangat mungkin lobster akan mati akibat kekurangan pasokan oksigen yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah ataupun besar kecilnya bak.