Akibat Kelakuan Inflasi, Airlangga Akan Mengamati Harga Bawang Merah

Usaha Dagang, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan harga akan terus bawang merah dan beras. Karena kedua produk diwakili oleh inflasi Oktober masing-masing 0,02 persen dan 0,01 persen.

Produk lain memberikan sumbangan inflasi adalah daging ayam di 0,05 persen.

“Faktor inflasi adalah bahwa kita menjaga, seperti harga bawang merah, harga beras maka kita akan menonton,” katanya, Jumat (11/1).

Dia mengatakan pemerintah akan menjaga stabilitas harga pangan sehingga tingkat inflasi komponen volatile food (volatile food) dipertahankan. Pada bulan Oktober, bahan makanan deflasi 0,41 persen untuk berkontribusi deflasi sebesar 0,08 persen.

Selain itu, diharapkan bahwa stabilitas harga pangan untuk menjaga tingkat konsumsi. Pasalnya, konsumsi masyarakat merupakan komponen utama dari pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 55 persen menjadi 60 persen.

“Nanti kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Bulog. Mungkin minggu depan kami akan menutup,” katanya.

Selain mengontrol harga pangan, Airlangga juga mengatakan pemerintah akan memantau dampak tembakau kenaikan pajak sebesar 23 persen dari tahun 2020. BPS mencatat kretek dan rokok putih masing-masing menyumbangkan inflasi di 0,01 persen.

“Jika kita melihat bahwa disamping itu (kelompok atas ekonomi masyarakat), yang sebenarnya daya beli tidak terganggu, jika harga rokok yang lebih tinggi,” katanya.

Untuk informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month) sebesar 0,02 persen pada bulan Oktober 2019. Angka ini berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya, ketika indeks harga deflasi , 0,27 persen.

Jika terlihat seperti bahan baku, produk makanan, minuman dan tembakau, tingkat inflasi tertinggi 0,45 persen, sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Dari komponen ini, menambahkan, inflasi yang dominan barang dagangan yang cukup adalah beras dan alat kelengkapan, kretek dan rokok putih masing-masing memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,01 persen.