Terdapat 7 Pabrik Minyak Curah di Jakarta, Berikut Rantai Distribusinya

Usaha Dagang, Bisnis – Pemerintah akan melarang minyak goreng dari Januari 2020. Jadi, mulai tahun depan semua minyak goreng yang dijual dalam bentuk kemasan, mengapa tidak masalah kesehatan lainnya.

Sebenarnya, dari mana para pedagang mendapatkan pasokan minyak curah?

Wakil Presiden Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (AGL) Ngadiran mengungkapkan bahwa saat ini ada tujuh pabrik minyak yang tersebar curah hujan di wilayah Jakarta.

Dialihkan ke dirinya sendiri, mengatakan pinggiran Jakarta. Satu di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Banyak di Jakarta ada 7 pabrik. Pada tepi Jakarta, Tanjung Priok di Jakarta Utara ada” kata Ngadiran saat dihubungi UsahaDagang Senin (07/10).

Sebagai pedagang, Ngadiran mengaku selama ritel massal pasokan minyak.

“Jika saya mengambil bungsu saya,” kata Ngadiran.

Dia juga mengatakan bahwa minyak persyaratan massal pertama tersedia dari pabrik. Kemudian, dari tanaman akan dikirim ke agen, minyak curah pindah ke tangan operator di pasar.

“Dari pabrik ke dealer mengirim saya. Baru berbelanja di lembaga tersebut,” katanya.

Dalam sehari, menghabiskan banyak Ngadiran dilaporkan minyak curah rata-rata 2 kaleng besar ukuran 16 kg per hari, bahkan kurang.

“Jika kita bergantung pada penjualan enggaknya menulis. Beberapa 2 barel per hari, kadang-kadang drum, kadang-kadang lebih. Belum tentu,” katanya.