Menggunakan Uang Rakyat, Jembatan Musi IV Memakan Dana Rp 533 Miliar

Usaha Dagang, Keuangan – Warga menunggu pasar Kuto dan Seberang Ulu buah akhirnya berbuah manis. Hari ini, Selasa (08/10) Direktur Manajemen Risiko, Luky Alfirman menandatangani aset penanda pendaftaran dan dekat SBSN Musi IV Bridge Project dan Pembiayaan. Sebuah proyek kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), sekarang dinikmati oleh masyarakat Palembang.

konstruksi berencana Musi IV Bridge telah dilakukan sejak 2010, namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan baru dilakukan di 2015-2018 dengan menggunakan dana APBN dari efek syariah (SBSN) dengan pendanaan total Rp553,57 miliar. Selama ini warga Kuto ke Ulu harus melewati jembatan Ampera.

“Musi IV Bridge dibiayai melalui investasi publik dalam instrumen keuangan Sukuk dan infrastruktur yang didanai publik, uang kita bersama-sama sehingga harus digunakan dan dipelihara dengan yang terbaik,” kata Luky dalam keterangan tertulis, Selasa (08/10)

Extradozed tipe jembatan (perpaduan dengan kotak balok / kabel balok kotak) memiliki panjang 1130 meter dan lebar 12 meter yang dirancang untuk mengurangi beban lalu lintas dan meningkatkan jembatan konektivitas Ampera Palembang.

Jembatan yang menghubungkan Ulu dan Ilir Palembang juga tahan hingga 100 tahun dan lebih tahan terhadap gempa bumi. Panjang jembatan lebih dari 1.300 meter dan memiliki biaya sekitar 553 miliar dolar selama 4 tahun terakhir pembangunan.

Diharapkan pembangunan jembatan Musi IV untuk mempermudah masyarakat dalam bergerak dan sebagai bentuk manajemen yang baik dan anggaran negara yang memadai untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.